Pati  

MPP Pati Tangani Ratusan Pemohon Tiap Hari

Mal Pelayanan Publik (MPP) Pati
DAFTAR: Disebabkan protokol kesehatan, para pemohon mengantre hingga di luar gedung. (ACHWAN/ JOGLO JATENG)

PATI – Mal Pelayanan Publik (MPP) Pati mampu tangani ratusan pengunjung tiap hari. Berdasarkan statistik, pusat layanan perizinan yang diresmikan langsung oleh Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo itu menerima rata-rata 200 pemohon tiap hari. Terbanyak adalah mereka yang mengurus izin usaha dan administrasi kependudukan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pati Sugiyono menjelaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas pelayanan agar semakin banyak yang bisa ditangani. Baik yang ingin mengurus perizinan maupun dokumen administrasi lainnya.

Baginya, keberadaan MPP tersebut kian memudahkan masyarakat untuk mengurus hampir semua keperluan administrasi.

Baca juga:  RSUD Soewondo Miliki 3 Ruangan Standar KRIS

“Ini pencapaian yang cukup membanggakan. Mengingat gedung MPP Pati yang tidak terlalu besar, lokasinya kurang startegis dan minimalis, tapi dapat melayani ratusan warga setiap hari,” terangnya, Jumat (8/1).

Saat ini, MPP Pati menyediakan 22 gerai dari 13 instansi di lingkungan Pemkab dan 9 bilik milik kantor perwakilan Pemprov Jawa Tengah. Ada pula outlet bank milik pemerintah provinsi. Semuanya bisa online.

Ia berharap keberadaan MPP ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Sebab, visi MPP memang melayani secara cepat dan ringkas.

Untuk menunjang berbagai pelayanan yang ada, MPP Pati menyediakan sarana-prasarana (sarpras) pendukung demi kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna layanan. Sarpras pendukung yang ada seperti Anjungan Disdukcapil Mandiri, ruang laktasi, layanan mandiri, layanan fotokopi, kafetaria, pojok baca, arena bermain anak, ruang ibadah.

Baca juga:  Petani Pati Terima Ratusan Alat Pertanian

MPP Kabupaten Pati merupakan MPP ke-33 di Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, lanjut Sugiyono, Dinas Perizinan Kabupaten Pati berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dalam pelayanannya, protokol kesehatan diterapkan dengan disiplin untuk melindungi pengunjung dan petugas pelayanan. (cr4/abu)