DEMAK – Stunting merupakan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi merupakan faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting. Yaitu, kurangnya asupan ASI pada anak dan kurangnya makanan pengganti.
Dalam kunjungannya ke Puskesmas Demak 1, kemarin, Gubernur Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melalui Koordinasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak dapat menekan angka kelahiran stunting. Kurangnya pengetahuan terhadap kesehatan dan gizi baik sebelum hamil maupun pada masa kehamilan harus dapat teratasi.
“Mari kita sebagai aparatur gencar untuk sosialisasi pencegahan stunting,” tegasnya.
Plh Bupati Demak, Joko Sutanto menjelaskan, angka stunting di Demak telah mengalami penurunan sejak tahun kemarin. Prevalensi stunting di Kabupaten Demak berdasarkan data real hasil penimbangan serentak Februari 2020 sebesar 7,71% dari 97.129 balita. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan signifikan angka stunting dibanding 2018 sebanyak 26,1%.
Walaupun angka telah menunjukan penurunan, sesuai dengan imbauan gubernur, Pemkab Demak akan terus berupaya menekan angka kelahiran Stunting. “Terima kasih saya ucapkan kepada pak Ganjar yang berkenan hadir ke Demak. Kami siap untuk menekan angka kelahiran stunting, sesuai pesan beliau,” tuturnya.
Dalam kunjungan singkatnya tersebut, Ganjar juga meninjau proses vaksinasi di Kabupaten Demak. Mulai dari tempat pendaftaran pasien, ruang screening, ruang injeksi imunisasi dan Vaksinasi serta ruang evaluasi paska imunisasi atau ruang kejadian ikutan pasca imunisasi.
Ia juga berharap seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan aparat terkait untuk gencar mensosialisasikan masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini. Pihaknya akan terus bersosialisasi tentang pencegahan Covid-19 serta pentingnya melakukan vaksinasi covid-19. (cr3/fat)










