Rakit 5.000 Unit GeNoSe

Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) didampingi Arus Gunawan (kiri) saat menijau perakitan GeNoSe C 19
BANGUN: Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) didampingi Arus Gunawan (kiri) saat menijau perakitan GeNoSe C 19 di Sekolah Menengah Kejuruan - Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Yogyakarta, belum lama ini.(ANTARA/JOGLO JATENG)

YOGYAKARTA, Joglo Jateng – Sebagai upaya berkontribusi dalam pencegahan penyebaran Covid-19, unit pendidikan vokasi dibawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut berperan aktif dalam perakitan GeNoSe C 19. Alat tersebut berfungsi sebagai pendeteksi Covid-19 dan sudah digunakan di berbagai tempat. Salah satunya di stasiun kereta api.

“Mungkin banyak yang belum tahu, alah satu unit pendidikan Kemenperin yaitu Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Yogyakarta mempunyai peran yang cukup besar dalam membangun alat GeNoSe C 19. Sekolah ini dipercaya untuk melakukan proses assembling atau perakitan GeNoSe C 19,” Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dipilihnya SMK-SMTI menjadi tempat perakitan oleh konsorsium pengembang GeNoSe C 19 karena sekolah tersebut mempunyai kualitas diatas standar. Melalui kerja sama tersebut, SMK-SMTI menyediakan tempat produksi atau perakitan GeNoSe C 19, sekaligus memberdayakan dan memberikan kesempatan kepada siswa-siswi jurusan Kimia Industri untuk menjadi tenaga operator.

“SMK-SMTI pada tahap awal produksi sudah mampu memenuhi target perakitan 3.000 unit GeNoSe C 19. Sedangkan produksi yang saat ini running untuk memenuhi target 2.000 unit. Jadi total 5.000 unit GeNoSe C19 yang dirakit di sini,” terang Menperin.

Menperin menyampaikan pemerintah akan terus mengawal pengembangan GeNoSe C 19. Nantinya tidak hanya digunakan pada bidang transportasi saja, tetapi didorong agar dimanfaatkan di dunia pendidikan.

“Sehingga bisa juga didorong pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi agar mereka bisa rutin melakukan pemeriksaan ke murid dan guru. Melalui upaya tersebut, selain mendorong produksi, pemerintah juga menciptakan pasar yang luas untuk berbagai macam produk yang dibuat anak bangsa,” pungkas Menperin. (ara/zul)