SEMARANG, Joglo Jateng – Jalur turunan Silayur, Ngaliyan sering disebut jalur tengkorak bagi pengendara yang melintas dari arah Selatan, yakni Mijen menuju pusat Kota Semarang. Turunan itu juga cukup curam dan pengendara perlu konsentrasi lebih saat melintas.
Diketahui, di sepanjang jalan turunan Silayur sering terjadi kecelakaan lalulintas (laka lantas) bahkan menelan korban jiwa. Terakhir, kejadian laka lantas yang terjadi melibatkan sebuah truk kontainer yang mengalami rem blong saat melaju di turunan Silayur pada Jumat (21/5) lalu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan, kontur tanah yang tidak rata diduga menjadi penyebab utama sulitnya penanganan antisipasi laka lantas di jalur tersebut. Masih lemahnya penindakan terhadap kendaran berat seperti kontainer yang sering melanggar aturan juga menambah sulitnya penanganan laka lantas.
Aturan yang masih diberlakukan oleh Dishub Kota Semarang adalah melarang kendaraan berat yang muatan sumbu terberat (MST) lebih dari 8 ton melintas saat jam-jam padat. Kendaraan berat itu hanya boleh melintas pada jam 23.00 sampai 04.00. Namun, faktanya kendaraan berat itu masih melanggar aturan.
“Di lokasi tersebut sudah ada pembatasan jam untuk truk yang melebihi 8 ton dilarang melintas. Tapi sering dilanggar. Pengemudi truk sering beralasan jika masuk ke kawasan industri sesuai jam yang diizinkan tidak ada yang menerima. Karena pabrik di kawasan tersebut sudah tutup,” katanya saat dihubungi akhir pekan lalu.
Endro mengaku, untuk mengantisipasi laka lantas yang sering terjadi, pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada pihak pabrik terkait aturan tersebut. Selain itu, sebagai penanganan jangka pendek, pihaknya akan memasang rambu-rambu peringatan, lampu flashing, dan pita kejut sebagai informasi kepada pengguna jalan agar mengurangi kecepatan di turunan Silayur tersebut.
Sementara itu, untuk penanganan jangka menengah, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan melakukan pengepresan jalan sesuai dengan kelayakan Geometri supaya aman dilalui kendaraan.
“Rencananya akan dilakukan pengepresan seperti pertigaan Hanoman Jalan Siliwangi. Saat ini telah dilakukan studi untuk pemotongan elevasi jalan atau pengeprasan dan peninggian jalan oleh DPU supaya jalur tersebut bisa lebih landai,” paparnya. (cr3/gih)










