DEMAK, Joglo Jateng – Jebolnya tanggul SWD 1, Desa Kedungmutih, Wedung mengakibatkan sulitnya memproduksi garam bagi petambak garam. Seharusnya akhir bulan Mei ini petambak mulai menggarap lahannya. Karena tanggul jebol, persiapan produksi garam di musim kemarau tahun ini terhambat.
Salah satu petani tambak garam, H. Noor Shohib (54) warga Desa Kedungmutih, Wedung mengatakan, kendala produksi garam dikarenakan jebolnya tanggul SWD 1 jebol di dua titik dan sampai menggenangi pemukiman penduduk.
“Rob juga sering datang dan masuk ke lahan garam. Padahal untuk membuat garam butuh lahan yang kering .Inilah yang membuat ratusan petambak garam belum mulai garap lahannya,” keluhnya saat ditemui di kediamannya, belum lama ini.
Ia menambahkan, tanggul SWD 1 bagian selatan sungai kondisinya banyak yang kritis karena abrasi dan rob tinggi. Setiap tahun memang sudah ada penanganan dari pemerintah, namun kerusakan berpindah terus. Bagian yang diperbaiki kondisinya sudah baik. Namun bagian yang kritis, jebol kembali dan membuat air rob langsung masuk ke tambak ikan dan garam.
“Kerugian petambak cukup besar. Selain peliharaan ikan dan udang hilang karena rob, waktu mulai produksi garam mundur dan tidak tahu kapan kita bisa panen garam,“ ujarnya.
Shohib berharap adanya penanganan dari pemerintah untuk menutup tanggul yang jebol. Tanpa ada penutupan tanggul, petambak garam di Kedungmutih tidak dapat memproduksi garam secara maksimal. Penutupan atau pengurugan tanggul yang jebol bisa berupa urug tanah ataupun model permanen pasangan batu belah.
“Kami sudah menunggu lama tidak ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki tanggul yang rusak,” tandasnya.
Senada, petambak garam yang lain, Ulin Nuha (45) mengatakan, jebolnya tanggul membuat tambaknya tidak produktif lagi. Selain membuat garam sulit juga tidak bisa untuk memelihara ikan dan udang. Ketika ikan udang mulai besar rob datang. Ikan dan udangpun tidak bisa dipanen.
“Kalau kondisi begini terus, bagaimana saya bisa menghidupi keluarga. Saya mohon tanggul segera ditutup agar kami bisa membuat garam dengan lancar. Satu-satunya penghasilan petambak yang utama adalah dari membuat garam ini,” paparnya. (cr3/gih)










