DEMAK, Joglojateng.com – Kabupaten Demak, selain terkenal dengan sebutan kota wali juga terkenal akan sentra pengasapan ikannya. Sentra pengasapan ikan tersebut salah satunya ada di Desa Wonosari, Bonang. Belasan ton olahan ikan manyung diproduksi setiap harinya.
“Secara umum, setia harinya dari 20 sampai maksimal 25 ton dari semua macam ikan. Ikan Manyung kita 10 sampai 15 ton. Untuk ikan tongkol, pari banyaman, dan pari sekitar 10 ton untuk konsumsi pengolahan dari anggota kami,” ungkap Ketua Koperasi Asap Indah, Tejo Purwoto yang mengelola sentra pengasapan tersebut, Kamis (3/6).
Ia mengatakan, untuk memenuhi bahan baku ikan tersebut, selain berasal dari tangkapan para nelayan di pesisir Kabupaten Demak, juga mengambil dari daerah lain. “Ada yang dari Probolinggo, Indramayu, Rembang dan sebagainya,” jelasnya.
Tejo mengaku, pengasapan ikan yang sudah ada sejak tahun 2010 itu sudah memiliki pangsa pasar sendiri. Baik di pasaran lokal ataupun nasional. Bahkan restoran-restoran mewah juga sering memesan olahan ikan di sini. “Market menengahnya reseller, bahkan kepala manyung di Jakarta itu restoran-restoran yang berkelas menengah ke atas sudah mulai kita rambah untuk produk kami,” katanya.
Ia juga mengatakan, dalam pemasaran beberapa tahun terakhir ini, anggota-angota koperasi yang masih berusia muda sudah berani berspekulasi untuk memasarkan ikan secara mandiri menggunakan mobil ke luar daerah. Sehingga, diharapkan kedepannya sentra ikan ini bisa terus berkembang dan melebarkan sayapnya. (cr3/gih)










