DEMAK, Joglo Jateng – Di balik gencarnya penanganan Covid-19 terdapat para pasukan khusus pemakaman (paskuman) yang selalu bolak-balik untuk menjemput jenazah dari rumah sakit ke pemakaman. Cepatnya penyebaran virus corona yang menyerang manusia telah banyak mengakibatkan kehilangan nyawa.
Seorang Paskuman Kabupaten Demak, Zuliadi Ahmad (49) mengatakan, di Demak, rata-rata 15 orang setiap harinya meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Dirinya selalu bolak balik untuk menjemput jenazah dari semua rumah sakit yang ada di Demak dan memakamkanya di pemakaman desa tempat tinggal jenazah.
“Pasti lelah, kita manusia biasa bukan superman. Tugas paskuman dalam sehari bisa 15 kali bertugas memakamkan dan paling sedikit 9 kali,” ungkapnya sambil merehatkan badan, usai memakamkan salah satu jenazah covid-19 di Pemakaman Giri Kusumo, Mranggen, Minggu (11/7).
Zuliadi menyayangkan, saat kondisi pandemi seperti ini masih ada warga yang mengabaikan protokol kesehatan (prokes), bahkan ada yang tidak mempercayai adanya Covid-19. Ia berharap, agar masyarakat dapat berempati dan membantu petugas medis serta paskuman hanya dengan menjalankan prokes yang baik. Serta, bisa menjaga keluarga dan saudara dilingkungan masing masing.
“Setiap hari saya memakamkan jenazah Covid-19. Tapi masih ada saja yang mengabaikan dan bahkan mengatakan kalau Covid-19 itu konspirasi,” keluhnya.
Ia mengaku selama mengabdikan diri menjadi paskuman tidak sama sekali mengharapkan gaji. Namun, terkadang ada sedikit rezeki yang diberikan kepadanya, baik itu dari rumah sakit, masyarakat ataupun pihak keluarga jenazah.
“Iya, namanya manusia, apalagi saya sebagai kepala keluarga jelas membutuhkan biaya untuk hidup sehari-hari. Saya sama sekali tidak berharap, tapi alhamdulillah masih ada orang-orang yang perduli. Kami paskuman punyanya tenaga. Itu yang kami gunakan untuk membantu masyarakat,” paparnya. (cr3/gih)










