Ciptakan Lukisan dari Pelepah Pisang

Pengrajin Lukisan Pelepah Pisang, Eko Budiono
KREATIF: Pengrajin Lukisan Pelepah Pisang, Eko Budiono (31) saat menunjukan hasil lukisannya di kediamannya, Desa Dukun, Karangtengah, Rabu (28/7). (AJI YOGA / JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Tiga lukisan menggunakan media pelepah pisang tersimpan di salah satu rumah di Desa Dukun,  Karangtengah. Pemiliknya bernama, Eko Budiyono (30), seorang ayah beranak satu yang kini sudah berkepala tiga. Eko mengaku pekerjaan utamanya bukanlah sebagai pengrajin seni, melainkan seorang buruh pabrik di salah satu perusahaan di Demak.

“Jadi lukisan ini saya buat untuk tambahan pendapatan saja, bukan sebagai pemasukan utama,” katanya saat ditemui di rumahnya, Rabu (28/7).

Ia bercerita, bakat berseni yang ia miliki memang sudah ada sejak kecil. Tidak ada latar belakang pendidikan seni yang ia tempuh dan hanya sampai pada tingkat SMA saja dirinya mengenyam pendidikan. Mulai tahun 2009, dirinya  sudah mencoba membuat beberapa karya seni, baik dua dimensi maupun tiga dimensi.

“Waktu awal-awal saya belum berani untuk menjualnya. Masih sekadar bikin sajalah untuk hiburan,” ungkapnya.

Eko menuturkan, waktu adanya pandemi Covid-19 menghantam Indonesia, ia menjadi salah satu karyawan pabrik yang terdampak. Ia harus mengundurkan diri karena kondisi keuangan perusahaan sudah tidak sehat lagi.

“Akhirnya untuk menambah pemasukkan, saya berani berjualan karya seni saya ini,” ungkapnya.

Untuk saat ini sendiri, Eko mengaku tidak menyetok karya seni terlalu banyak. Dirinya lebih memilih membuat lukisan sesuai dengan pesanan karena warna pelepah pisang yang ia pakai cukup sukar dicari.

“Jadi kalau yang saya pakai ini warnanya murni dari pelepah pisangnya, tidak saya buat dengan dikeringkan atau bagaimana. Warnanya bakal awet dan tidak berubah,” ujarnya.

Amunisi yang dipakai Eko untuk membuat lukisan pelepah pisang sendiri cukup sederhana. Hanya pelepah pisang, gunting, lem, dan triplek sebagai dasarnya. Eko mematok harga untuk karya seni ciptaannya mulai dari Rp150 ribu. Hal ini tergantung kerumitan dan dimensi dari lukisan yang ia buat. Lebih lanjut ia mengatakan proses pembuatan bisa mencapai dua hari karena ia buat di sela-sela waktu bekerja.

“Walaupun sudah tidak terlalu mahal begitu ya, masih saja ada yang menawar cuma Rp 50 ribu,” tuturnya. (cr3/git)