PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Pati menunjukkan langkah serius terkait kelanjutan penutupan sejumlah lokalisasi di kawasan Margorejo. Bupati Pati Haryanto mengumumkan Kalpolres Pati AKBP Christian Tobing menjadi pimpinan tim gabungan yang bertugas menutup semua blok lokalisasi yang ada hingga tuntas.
Hal tersebut sekaligus menjawab spekulasi masyarakat yang meragukan keseriusan pemerintah. Langkah ini juga ditandai dengan ditandatanganinya deklarasi penutupan prostitusi oleh Kepala Daerah, Ketua DPRD, Sekda, Kepala Kejaksaan. Kemudian Kepala Pengadilan Negeri, Dandim, Kapolres, dan Kasatpol PP.
“Pada saat ini kita bentuk tim gabungan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 50 tahun 2021 tentang keberadaan tim penutupan lokalisasi prostitusi yang diketuai oleh Kapolres,” ungkap Haryanto, Rabu (18/8).
Dengan diterbitkannya surat keputusan tersebut ia menyatakan agar digunakan sebagai pijakan dasar melakukan tindakan sosial dan hukum yang diperlukan. Namun ia meminta penutupan lokalisasi mengedepankan langkah preventif yang humanis. Jika tidak diindahkan maka tindakan represif tidak menjadi jalan terakhir.
“Untuk pekerja lokalisasi saya sudah meminta kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyiapkan pelatihan untuk membekali mereka dengan keterampilan kerja. Sehingga harapannya mereka tidak kembali ke pekerjaan lama,” jelas Haryanto.
Bupati juga mengatakan pihaknya sudah menggelar beberapa kali koordinasi dengan pihak terkait rencana penutupan prostitusi. Langkah tersebut bukanlah tindakan yang asal-asalan namun telah berdasarkan regulasi dan pertimbangan yang kuat.
Dalam pemaparannya Kapolres Pati AKBP Christian Tobing mengungkapkan di sejumlah tempat prostitusi di Kecamatan Margorejo saat ini sudah tidak berpenghuni. “Saat ini posisi prostitusi utama di LI, Kampung Baru, Ngemblok City dan Wagenan sudah tidak beroperasi. Namun masih ada satu dua penghuni yang menjaga asetnya,” ungkapnya.
Ia menyebut langkah konkret akan dilaksanakan mulai hari ini. Yakni dengan mambangun sejumlah pos penjagaan di 4 area prostitusi yang telah dikosongkan sebelumnya. “Penutupan akan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan kemanusiaan. Seluruh pihak terkait akan terlibat dalam penertiban dengan langkah taktis yang diperlukan,” tandasnya. (cr4/fat)










