Anomali Suhu Sebabkan Cuaca Berubah Drastis

Iis W. Harmoko, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologis Semarang (ERNA D / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Beberapa pekan terakhir, suhu di wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada siang hari cenderung sangat terik. Namun, cuaca bisa mendadak berubah drastis menjadi mendung hingga turun hujan di sore atau malam hari. Penyebab perubahan cuaca secara drastis ini tak lain disebabkan adanya anomali suhu muka air laut di wilayah Jateng yang lebih hangat di tahun 2021.

Hal ini disampaikan oleh Iis W. Harmoko,  Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologis Semarang. Ia menyebut, fenomena terjadinya hujan mendadak di musim kemarau memang terjadi selama dua tahun terakhir di wilayah Jateng.

“Kalau 2020 kan tahun la nina ya. Lalu apakah tahun 2021 sama dengan tahun 2020? Tidak. Tahun ini yang menyebabkan adanya potensi hujan di Jateng adalah anomali suhu muka air laut di wilayah kita, terutama di perairan Jawa dan sekitarnya dan secara umum wilayah Indonesia,” terangnya kepada Joglo Jateng, Rabu (8/9).

Ia mengatakan, anomali suhu air laut yang lebih hangat menyebabkan terjadinya penguapan. Dimana hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan hujan di Jateng. “Kalau saat ini kita merasa panas, itu berarti adanya penguapan. Apalagi kalau kita merasa panas dan gerah, maka itu sebentar lagi akan ada hujan,” paparnya.

Adapun cuaca yang cenderung terik beberapa pekan terakhir, Iis menjelaskan hal ini dipengaruhi oleh lintasan gerak semu matahari yang mulai menuju ke arah selatan atau mendekati khatulistiwa.

“Nanti sekitar tanggal 23 akan tepat di atas khatulistiwa. Suhu panas ini merupakan fenomena yang biasa terjadi setiap tahun bahkan secara iklim klimatologis, di Jateng akan terjadi di pertengahan bulan oktober,” terangnya.

Oleh karenanya, ia mengatakan bahwa suhu panas akan terus naik hingga bulan Oktober mendatang. “Bulan Oktober tersebut lintasan matahari tersebut sudah berada di atas Jateng. Sehingga jika dirasakan apakah akan panas lagi, nanti akan lebih panas di bulan oktober,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa suhu rata-rata bulan Agustus-September berada di kisaran 33°C hingga 35°C. Dan akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober.

“Biasanya memang mulai ada tren naik itu bulan September. Naik secara pelan-pelan. Nanti setelah pertengahan bulan Oktober ketika terjadi puncak-puncaknya akan menurun secara signifikan. Biasanya Oktober pertanda musim hujan sudah turun di Jateng,” tandasnya.

Ia memperkirakan, Jateng akan memasuki musim hujan pada bulan Oktober. Meskipun beberapa daerah diperkirakan akan memasuki musim hujan pada bulan September atau paling akhir di bulan November untuk daerah Pati dan Rembang. (cr12/gih)