33 Rumah Warga di Kabupaten Semarang Rusak akibat Gempa

AJAR: Seorang relawan memberikan layanan dukungan psikososial dan edukasi kepada anak-anak terdampak gempa bumi di tenda posko pengungsian sementara, Kelurahan Pojoksari, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Senin (25/10). (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat ada sekitar 33 rumah rusak akibat gempa di Kabupaten Semarang. Hal itu setelah beberapa kecamatan di wilayah tersebut mengalami rentetan gempa pada Sabtu (23/10) lalu.

Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Safrudin menyampaikan, rumah warga yang terdampak tersebut mengalami retak-retak.”Jumlah rumah itu dengan kondisi retak-retak yang tersebar di kecamatan Jambu, Ambarawa, Bawen, dan Banyubiru,” jelasnya, Senin (25/10).

Antisipasi kembali terjadinya gempa susulan, pihaknya telah mendirikan dua tenda darurat di Rumah Sakit Umum Ambarawa. Menurutnya, tenda darurat ini didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Semarang. Ia juga mengatakan, timnya pun telah melakukan evakuasi pada pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut.

Safrudin menyebut tenda tersebut didirikan hanya kondisional, karena diperuntukkan untuk warga yang trauma terhadap gempa. “Kondisional, digunakan jika memang ada warga yang takut tinggal di dalam rumah,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, ia menghimbau kepada warga yang bertempat tinggal di wilayah Ambarawa, Salatiga dan sekitaranya untuk tetap tenang dan waspada. “Jangan panik dan tetap waspada,” ucapnya.  (dik/gih)