KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus merencanakan tes antibodi secara acak. Hal ini dilakukan untuk mengetahui, apakah kekebalan kelompok di Kabupaten Kudus sudah terbentuk atau belum.
Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo mengatakan, untuk sasarannya sendiri 10 persen dari populasi penduduk di Kota Kretek. Tes antibodi acak ini dilakukan usai capaian vaksinasi Covid-19 di Kudus tembus 70 persen.
“Tes antibodi secara acak ini untuk melihat, apakah di wilayah Kudus ini sudah kebal Covid-19 atau belum. Sementara yang akan di tes adalah mereka yang sudah suntik vaksin,” ucapnya.
Dirinya menyampaikan, alat yang akan digunakan untuk melakukan hal itu belum dimiliki. Akan tetapi, DKK telah menganggarkan untuk pembelian alat tersebut di Perubahan APBD 2021 ini.
“Selain itu ada pembelian dua unit alat PCR beserta reagennya. Ini untuk jangka panjang, memang di rumah sakit swasta beberapa sudah punya, tapi warga bayar untuk cek antibodinya. Kalau Pemda yang punya kan bisa ditanggung,” tuturnya.
DKK sendiri, saat ini masih melakukan percepatan vaksinasi, baik di semua kategori. Capaian vaksinasi sendiri pekan kemarin dosis pertama 60 persen, dan dosis kedua di 40 persen.
“Selain vaksin, untuk mencegah penularan, protokol kesehatan (Prokes) harus diterapkan terus. Mengingat, libur Natal dan Tahun Baru ini diprediksi potensi lonjakan kasus, penerapan prokes jangan sampai kendor,” pungkasnya. (sam/fat)










