Atikoh: Anak Purlu Diberi Pondasi Karakter

Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo (DICKRI TIFANI BADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng –  Pembentukan karakter dinilai sangat penting dalam proses tumbuh kembang pada anak usia dini. Pasalnya anak mudah menerima rangsangan atau pengaruh. Sehingga, pendidikan karakter diperlukan sebagai pondasi pendidikan anak usia dini.

Hal itu diungkapkan oleh Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Provinsi Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo usai menghadiri pelepasan kontingen perkemahan wirakarya nasional di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (1/12).

Ia mengatakan, usia anak mulai dari 1000 kehidupan pertama dari kandungan, kemudian setelah lahir di umur 2 tahun ada sekitar 50 persen sel-sel otak mampu menyerap pola pendidikan yang diberikan kepada anak. Dalam usia itu, menurut Atiqoh, anak butuh diberikan pondasi pendidikan karakter berupa akhlak dan life skill. Setelah sudah mendapatkan pondasi, anak sudah siap dikenalkan dengan sosialnya.

“Pendidikan anak usia dini ini sebagai pembentukan pondasi, sedangkan anak sampai usia 5 tahun yaitu 80 persen dari sel-sel otak bisa menjadi bekal mereka dalam bermasyarakatan di kemudian hari. Jadi, pendidikan paling utama adalah saat anak berusia dini,” kata Atikoh.

Ia menuturkan, guru PAUD sangat berperan penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dari situ, kualitas guru sangat penting, selain orang tua yang berpartisipasi melakukan treatment yang tepat.

Meski di tengah pandemi, ia meminta kepada semua orang tua lebih berfokus dalam mendampingi anak saat pembelajaran virtual di sekolahnya. Sebab, peran orang tua sangat penting untuk memberikan arahan kepada anak dalam proses pembelajaran tersebut.

“Tidak hanya menuntut guru berkualitas melainkan penghargaan kepada guru harus dipikirkan. Karena di tingkat grassroots, income-nya sangat terbatas di PAUD,” tuturnya.

“Upaya dari SKPD dari kita Bunda PAUD maupun stakeholder untuk bisa meningkatkan kualitas para tenaga pendidiknya,” imbuhnya. (dik/gih)