PATI, Joglo Jateng – Tercatat ada 109 kasus kematian bayi pada 2021 di Kabupaten Pati. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, angka tersebut tergolong rendah di banding tahun sebelumnya yang mencapai 161 kasus.
Kepala DKK Pati Aviani Tritanti Venusia melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan dan Gizi Kasriatun mengatakan, angka kematian bayi ada 6,8 persen dari seribu kelahiran hidup. Sedangkan pihaknya menargetkan 8 persen dari seribu kelahiran hidup.
“Jadi tingkat kematian bayi tergolong rendah. Untuk penyebab kematian bayi karena berat badan lahir rendah. Yakni ibu bayi sedang kecapekan, kalau berat bayi lahir hanya enam ons memang sulit,” ucap Kasriatun, belum lama ini.
Pihaknya juga sudah melakukan upaya pencegahan. Salah satunya melakukan audit internal ke puskesmas. Agar mendapatkan rekomendasi untuk melaksanakan tindak lanjut, biar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
“Tim kami turun ke lapangan untuk mengontrol kasus kematian bayi. Rata-rata puskesmas di Pati ada kasus itu, secara menyeluruh dan tidak ada yang menonjol, semua hampir sama,” lanjutnya.
Dirinya menambahkan, DKK akan melakukan tindak lanjut jika terjadi kasus kematian bayi. Meskipun hanya 1 saja. Selain itu, pihaknya juga mengarahkan kepada para ibu yang melahirkan agar ke puskesmas. Namun ada juga pasyankes yang berjejaring BPJS yang melakukan pesalinan.
“Kita tetap verifikasi terkait sarpasnya dan SDM. Selanjutnya kami juga terus mengupayakan pencegehan kematian bayi secara dini. Dengan memberikan pelatihan kepada para dokter di puskesmas atau bidan,” tandasnya. (cr7/fat)










