PATI, Joglo Jateng – Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, hasil tangkapan ikan selama 2021 tercatat mencapai 78,341 juta ton. Jumlah tersebut bila di nominalkan sebesar Rp 899,979 miliar. Sebab itulah Pati menjadi salah satu wilayah dengan tangkapan ikan terbesar di Indonesia.
Kepala Seksi (Kasi) Sarpas Pengembangan Usaha dan Pemberdayaan Nelayan DKP Pati, Taryadi mengatakan, tingginya angka tangkapan ikan itu dapat dilihat dari jumlah kapal yang beroperasi. Jumlah kapal yang menjadi kewenangan pihaknya yakni ada 1.823.
“Secara keseluruhan ada 2.581 kapal yang beroperasi. Meliputi kapal kecil, sedang, dan besar. Adapun kapal terbanyak yakni berada di Sambiroto, Tayu dan Bajomulyo, Juwana 2,” ucapnya, Rabu (15/2).
Dirinya menambahkan, titik penangkapan ikan bagi nelayan kecil hanya di kawasan laut utara Jawa, untuk kapal nelayan sedang di Selat Makassar. Sedangkan kapal besar hingga sampai ke wilayah Papua.
“Waktu trip penangkapan ikan berbeda-beda, ada yang 3 sampai 6 bulan. Sedangkan nelayan kecil yang menggunakan kapal jenis motor tempel hanya 1 hingga 2 hari saja,” imbuhnya.
Dia menuturkan, terkait cara penangakapan ikan ada berbagai macam. Diantaranya menggunakan pukat cincin, pancing, cumi, jaring insang, cantrang, tramelnet, krikit, dan bubu.
“Ada 30 jenis ikan yang sering ditangkap nelayan di Pati. Namun ada 6 ikan yang tertinggi, mulai dari ikan layang, kembung, selar, tembang, tongkol, lmuru,” ungkapnya.
Dalam hal ini pihaknya hanya mempunyai kewenangan bagi nelayan kecil dan tradisional. Nelayan yang mengunakan kapal jenis motor tempel. Sedangkan kapal nelayan yang berukuran 10 sampai 30 Groos Tonnage (GT) dan 30 GT keatas menjadi kewenangan Provinsi dan Pusat. (cr7/fat)










