Soal Kurikulum Merdeka, PGRI Dorong Guru Harus Kreatif

FOKUS: Ilustrasi proses belajar mengajar tatap muka di salah satu SMP di Kota Semarang, belum lama ini. (DICKRI TIFANI BADI/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah, Muhdi mendorong guru harus kreatif agar peserta didik bisa mencapai perkembangan belajar yang baik. Hal ini ia sampaikan menanggapi penggantian nama kurikulum prototipe menjadi kurikulum merdeka yang dikeluarkan Menteri Nadiem Makarim.

Muhdi meminta kepada semua tenaga pendidikan agar berinovasi dalam pembelajaran terhadap peserta didik. Sehingga, meski sering gonta-ganti kurikulum, guru harus siap menerima.

“Mau tidak mau, tidak boleh beralasan. Karena memang ini (kurikulum merdeka) membuat sekolah tidak seragam (sama) seperti waktu lalu. Jadi tidak boleh kita berdiam saja. Makanya kita perlu melakukan adaptasi dan guru harus siap melakukan itu,” katanya saat dihubungi, Selasa (15/2).

Baca juga:  Puluhan Mantan Kades Siap Dukung Sudaryono

Tak hanya tenaga pendidik saja, menurutnya pemerintah harus mengutamakan sosialisasi dan memberikan pelatihan dalam menunjang kurikulum baru tersebut. Menurutnya, kesuksesan kurikulum itu harus disiapkan mulai sekarang, mulai dari gurunya sampai sekolahannya.

“Guru harus disiapkan. Karena tidak ada artinya kurikulum ini (merdeka) kalau mereka (guru) tidak disiapkan. Soalnya itu (kurikulum merdeka) kan baru akan bagus tergantung gurunya nanti,” ucapnya.

Bagi Muhdi, kurikulum merdeka merupakan hal yang baru untuk tenaga pengajar, sehingga guru harus merubah pola pikirnya. Menurutnya, kelebihan kurikulum tersebut adalah anak diberikan kebebasan untuk memilih minat dan bakat yang mewajibkan guru harus kreatif dan inovatif.

Baca juga:  Baznas Kota Semarang Ajak Warga Perdalam Ilmu Sembelih Hewan Kurban

“Karena dulu kan, apa-apa sudah siap dan kita tinggal mengajar. Tapi sekarang ada perubahan. Perubahan yang saya kira lebih besar inilah yang dimaksudkan Ki Hajar Dewantoro. Yaitu anak-anak bisa belajar sesuai minat mereka. Karena anak itu harus bahagia saat sekolah. Jadi ini (kurikulum merdeka) memenuhi untuk itu,” paparnya.

Diketahui, dalam kurikulum merdeka dan platform merdeka mengajar memuat struktur kurikulum yang lebih fleksibel, fokus pada materi yang esensial. Guru bisa berkesempatan menggunakan perangkat ajar sesuai sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Baca juga:  Organisasi Profesi Jurnalis Gelar Aksi Tolak RUU Penyiaran

Kurikulum ini di-support oleh aplikasi khusus yang menyediakan berbagai refrensi bagi guru dalam mengembangkan proses belajar mengajar di sekolah. (dik/gih)