Kudus, Joglo Jateng – Beberapa barista saat ini kurang memahami proses awal pembuatan kopi. Lantaran, dari mengetahui proses itu nantinya dapat menentukan penyeduhan yang cocok.
Sholichul Hadi, salah satu profesional barista mengatakan, beberapa barista sekarang tidak memahami proses awal kopi. Menurutnya, meracik kopi tergantung proses awal biji kopi itu diproses.
Di sisi lain, meningkatnya usaha cafe dan coffee shop juga memerlukan banyaknya peracik kopi atau biasa disebut barista. Sebelum biji kopi masuk di cafe dan coffee shop, biji kopi pasti melalui beberapa tahapan terlebih dahulu.
“Dari memetik sampai diracik itu prosesnya beda-beda. Proses awal metode Natural rasanya nanti lebih beragam. Full wash rasanya lebih soft. Ada juga metode Honey lebih manis, dan masih banyak lagi. Proses-proses itu cara meraciknya juga berbeda-beda,” ujarnya Selasa (22/2).
Ady, sapaannya menjelaskan, setelah proses awal masih banyak proses lagi. Menurutnya, memahami proses demi proses perlu pengalaman yang banyak dan waktu yang cukup lama. Selain itu, proses ini yang membuat kualitas kopi berbeda-beda.
“Setelah proses awal, biji kopi dibersihkan. Setelah itu harus disortir, dibedakan biji yang bagus dan yang tidak. Setelah itu disimpan beberapa hari. Menyimpan biji kopi jangan sembarangan, tempatnya jangan lembab,” paparnya.
Dirinya belajar tentang kopi sejak 2016. Selain itu, ia juga mengikuti beberapa kompetisi profesional barista diberbagai daerah. Karena itu, pihaknya mengharapkan agar barista-barista memahami proses kopi sebelum diseduh penikmat.
Ady menambahkan setelah proses-proses diatas, selanjutnya masuk diproses roasting atau sangrai. Menurutnya, para roaster ini mempunyai ciri khas tersendiri untuk menghasilkan rasa kopi yang unik-unik.
“Ya, sebelum biji kopi matang proses terakhir adalah roasting. Diantaranya like to medium, metode ini membuat rasa cenderung soft dan bijinya berwarna agak cerah. Metode like roast, menghasilkan rasa lebih sweet, body, dan acidity. Metode dark, rasa lebih strong biji kopi lebih gelap. Dan masih banyak metode-metode lain, seperti medium, medium to dark dan lebih banyak lagi,” terangnya.(cr9/ziz)










