UMKM  

Pulihkan Ekonomi Masyarakat Lewat Bazar UMKM

KELILING : Dari kanan, perwakilan dari Bank BRI, Wakil Ketua DPRD Ferry Wawan Cahyono, Wakil Ketua DPRD Sukirman (jaz abu-abu) dan didampingi ibu-ibu dari panitia, Kamis (10/3/22). (DICKRI TIFANI BADI/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah (Jateng) mengikuti bazar UMKM. Dengan adanya bazar ini, diharapkan pulihnya ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman mengatakan, upaya ini merupakan terobosan untuk melakukan recovery (pemulihan) ekonomi. Ia meminta, acara seperti ini bisa menjadi pilot project bagi Pemerintah Provinsi Jateng.

“Ini salah satu hal yang luar biasa, terobosan untuk menjadi titik awal di Jateng melakukan recovery ekonomi. Khususnya sektor UMKM pasca pandemi saat ini. Ya berharap, apa ini menjadi pilot project oleh pemerintah provinsi,” ucap Sukirman, usai mengunjungi acara tersebut, Kamis (10/3/22).

AMBIL: Wakil Ketua DPRD Sukirman mencoba produk kerupuk rambak di stand pameran UMKM yang digelar di halaman depan Gedung Dewan Provinsi Jateng, Kamis (10/3/22).

 

Untuk itu, pihaknya selalu memperhatikan upaya perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Tentu saja, ia mendorong kepada seluruh sektor untuk bersama-sama dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

“DPRD pasti akan memperhatikan ini (recovery ekonomi). Satu, tentu saja mendorong kepada seluruh sektor untuk bersama-sama keroyokan, boleh dikatakan begitu ya. Lalu, kemudian menyediakan anggaran yang cukup memang kalau memang itu diperlukan oleh dinas terkait,” paparnya.

Di samping itu, Sukirman menuturkan, terkait kelangkaan minyak goreng, pihaknya akan menggelar pasar murah di Purbalingga pada pekan depan. “Saya kira ibu -ibu (dewan) akan melakukan terobosan di Purbalingga dengan menggelar bakti sosial. Salah satunya,  menyediakan minyak murah itu. Nanti di beberapa pekan kedepan,” imbuhnya.

CICIP : Dari kiri, Wakil Ketua DPRD Ferry Wawan Cahyono, Wakil Ketua DPRD Sukirman (jaz abu-abu) mencoba produk kopi khas Lasem, Kamis (10/3/22).

Ia berharap, Pemprov Jateng segera meluncurkan pilot project seperti ini. Yakni dengan menggandeng semua pihak baik swasta maupun pemerintah. Langkah tersebut sebagai bentuk pembinaan UMKM yang ada di Jateng.

“Itu kemudian menggandeng bank yang kita miliki, seperti Bank Jateng, BPR, dan BKK. Mereka juga melakukan pembinaan kepada UMKM. Terus yang tidak kalah penting adalah menggandeng seluruh sektor swasta yang ada di Jawa Tengah,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM Sate Jamur dari Pagerbarang, Kabupaten Tegal Sukron Makmun (40) mengaku senang atas upaya pemerintah yang cukup peduli dengan para pelaku UMKM di Jateng. Namun, ia meminta pemerintah untuk memikirkan soal pembinaan UMKM, terutama marketing.

“Untuk saat ini, pemerintah sudah sedikit peduli. Selanjutnya, diperhatikan lagi untuk UMKM dalam hal pemasaran ataupun pembinaan,” ungkapnya. (dik/ziz)