BANTUL, Joglo Jateng – Dalam menyambut panen di Kalurahan Caturharjo Kabupaten Bantul, masyarakat setempat mengadakan acara wiwitan. Tradisi masyarakat tersebut sebagai wujud ekspresi budaya religius kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Bupati Kabupaten Bantul Abdul Halim Muslih bersyukur atas budaya tradisi wiwitan ini. Lantaran tradisi masyarakat ini masih dijaga hingga sekarang. Pihaknya juga mengapresiasi atas kekompakan dalam pertanian sampai pada pelaksanaan wiwitan.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras, semangat, dan kekompakan masyarakat di Kalurahan Caturharjo. Yakni dari penanaman hingga pelaksanaan upacara wiwitan sekarang ini,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, tradisi wiwitan merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya. Tradisi tersebut sebagai bentuk budaya religius yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Sehingga tradisi ini tidak akan memudar seiring berkembangnya zaman.
“Wiwitan adalah ekspresi budaya kita, budaya positif. Dimana masyarakat Bantul memiliki kebudayaan religius yang menggantungkan hidupnya kepada Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat sekitar untuk berperan aktif dalam membangun kesejahteraan. Sebab pemerintah sebagai pemegang kekuasaan tidak dapat bekerja sendiri. Melainkan harus berkolaborasi dan perlu kontribusi dari masyarakat.
“Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun kesejahteraan. Pemerintah dalam memegang kekuasaan tidak dapat bekerja sendiri tanpa campur tangan dan kontribusi dari masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Caturharjo Wasdiyanto mengatakan, para petani berjuang bersama dalam membuat sistem pengairan yang baik. “Para petani sudah berjuang menggunakan pompa. Sebab sawahnya belum memiliki sistem pengairan yang baik,” ungkapnya.
Ia mengharapkan, pengairan sawah tersebut ditingkatkan dan dapat lebih baik. Dengan begitu, produktivitas petani dapat meningkat.(ers/ziz)










