BANTUL, Joglo Jogja – Pengukuhan Ibu PAUD dilaksanakan di Komoleks Kantor Bupati Bantul, Senin (14/3). Dilakukan untuk menjamin pendidikan anak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai salah satu rangka mewujudkan komitmen nasional tentang pendidikan anak.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan salah satunya dalam rangka mewujudkan komitmen nasional. Hal tersebut mengenai pelayanan pendidikan anak usia dini,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Bantul, Isdarmoko, kemarin.
Ia berharap, dalam pengukuhan tersebut dapat menjadi motivasi dalam menyiapkan pendidikan yang berkualitas. Yaitu untuk generasi yang akan datang.
“Saya berharap acara ini dapat memotivasi untuk menyiapkan generasi yang akan datang sejak dini,” ucapnya.
Sementara itu Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menegaskan, anak-anak diharuskan lebih maju dan menjadi penerus. Untuk itu, diperlukan solidaritas antar kesatuan.
“Anak-anak harus lebih maju dari kita saat ini di masa depan. Harus kitapersiapkan semuanya untuk mewujudkannya,” terangnya.
Dalam mewujudkannya, menurutnya diperlukan empat aspek. Yaitu proses pembelajaran yang baik, kemitraan dengan orang tua wali, pemantauan kebutuhan esensial anak usia dini, serta pengelolaan sumber daya yang baik.
Ia juga menginginkan di dalam pendidikan menekankan nilai-nilai persaudaraan. Agar memiliki karakter yang berbudaya Indonesia.
“Pendidikan PAUD di Bantul harus memberikan pendidikan yang menekankan nilai-nilai persaudaraan di tengah perbedaan. Anak-anak harus memiliki rasa bersaudara dengan latar belakang budaya dan agama. Agar anak-anak memiliki karakter Indonesia berbudaya istimewa,” tegasnya.
Sementara data yang didapat dari Ibu PAUD Bantul, Emi Masruroh, di Bantul terdapat 1295 satuan pendidikan. Terdiri atas TK, KB, SPS, dan TPA dengan 32.530 siswa dan 3205 pendidik. Selain itu terdapat 46 pendidikan lain yaitu Raudhatul Athfal (RA). (ers/bid)










