SEMARANG, Joglo Jateng – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah terus memperjuangkan nasib tiga ribu tenaga perawat honorer. Sebab, mereka juga memberikan pelayanan kesehatan yang sama dengan perawat berstatus pegawai tetap.
Wakil Ketua PPNI Jawa Tengah, Untung Sujianto mengatakan, tenaga perawat honorer memiliki kompetensi dan kontribusi yang sama di saat pandemi Covid-19. Oleh karenanya, ia meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami minta Pemerintah meningkatkan kesejahteraan mereka dengan mengangkat sebagai PPPK atau pegawai tetap di RSUD,” ujarnya usai menyaksikan pelantikan pengurus DPD PPNI Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kamis (17/3) siang.
Saat ini, lanjutnya, semua DPD di kabupaten/kota terus melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah setempat. Tujuannya agar para perawat honorer dapat ditingkatkan status kepegawaiannya.
Sepanjang pandemi Covid-19, terangnya, kurang lebih 700 perawat di tanah air meninggal dunia saat menangani pasien kasus aktif. Mereka bekerja penuh dedikasi tanpa memandang status kepegawaiannya.
Tak hanya itu, PPNI Jateng juga mendesak polisi untuk segera mengungkap pelaku pembunuhan perempuan yang diidentifikasi sebagai seorang perawat di Pudak Payung, Semarang. “Jika tertangkap dan terbukti bersalah, PPNI Jateng meminta polisi untuk menyangkakan pelaku dengan ancaman hukuman maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati H Ngesti Nugraha yang hadir pada acara itu, menghargai kerja keras dan dukungan para perawat membantu Pemkab Semarang menangani pandemi Covid-19. “Pengurus yang baru diharapkan dapat meningkatkan kinerja para perawat. Sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ujarnya.
Kepengurusan DPD PPNI periode 2022-2027 dipimpin oleh Arif Purwanto. Dia dibantu tujuh wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan tujuh kepala divisi. (hum/ern)










