SEMARANG, Joglo Jateng – Menjelang Ramadan, Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memastikan stok daging sapi aman. Pasalnya, populasi sapi potong di Jateng menduduki peringkat kedua se-Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disnak Keswan Provinsi Jateng, Agus Wariyanto kepada wartawan, Kamis (17/3). Ia menyampaikan, pihaknya menjamin stok daging sapi lantaran ada 1,8 juta ekor populasi sapi potong di Jateng.
“Sangat (Jawa Tengah) menjamin stok daging sapi. Karena nomor dua setelah provinsi Jawa Timur,” ujarnya, usai acara penghargaan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) kepada kota dan kabupaten bebas daging anjing di Jateng.
Sehingga, Agus menilai stok tersebut masih positif. Meskipun, untuk saat ini sapi-sapi tersebut sedang dibawa dalam kondisi hidup ke luar provinsi.
“Apabila dianggap kekurangan itu tidak. Memang sementara ini sapi dibawa dalam kondisi hidup ke luar provinsi, ke depan melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang dibawa ke luar daerah itu dagingnya. RPH yang ada, nantinya juga akan dibenahi supaya menjadi moderen dan bisa memproduksi daging beku,” jelasnya.
Saat ditanya terkait pasokan sapi terbesar, ia menyebut mayoritas berasal dari Kabupaten Grobogan, Blora, Wonogiri, Rembang, Pati dan Boyolali. Tetapi, wilayah yang siap suplai yakni Boyolali.
Lebih lanjut, Agus memaparkan, bulan ini sapi yang berhasil disiapkan kurang lebih sebanyak 2.500 ekor. Sementara harga di pasar, kata dia, masih pada tingkat petani atau 46 ribu sampai 48 ribu per kilogram.
Ia menegaskan, berdasarkan data pangan nasional, Jateng menjadi satu di antara lumbung sapi yang bisa untuk stok daging nasional. Sebab, stok yang dimiliki dinilai cukup melimpah.
“Stok kami sangat melimpah, kambing memiliki populasi 4 juta ekor nomor satu se-Indonesia, sedangkan domba nomor dua ( setelah Jawa Barat) dengan jumlahnya 2 juta ekor. Di samping memiliki ternak lokal seperti unggas,” jelasnya. (dik/gih)










