Syarat Tes Covid Dihapus, Pengoperasian Bus Naik hingga 30 Persen

ANTRE: Bus pariwisata yang sedang keluar dari wisata religi di Masjid Agung Jawa Tengah, Minggu (20/3). (DICKRI TIFANI BADI/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kebijakan soal penghapusan syarat perjalanan domestik tanpa tes Covid, menjadi kabar baik bagi sektor otomotif. Sejak diberlakukan kebijakan itu, penjualan dan pengoperasian bus naik 30 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Marcomm dan HOYU Manager Dealer DUTAHINO Semarang, Irene Shinta D, Minggu (20/3). Ia menyebut, kebijakan ini memberi dampak signifikan bagi sektor otomotif.

“Ada kenaikan pembelian dan operasional bus, terlihat sejak awal 2022 ini. Kemudian, sejak kelonggaran aturan perjalanan itu, jadi meningkat juga. Kalau direpresentasikan memang belum sampe 50 persen. Tapi meningkat 20 sampai 30 persen,” kata Irene, sapaan akrabnya, saat dihubungi awak media, Minggu (20/3).

Menurutnya, pelanggan bus didominasi dari sektor wisata. Sehingga, adanya kebijakan itu, benar-benar angin segar yang dapat dirasakan bagi pariwisata yang selaras dengan pengoperasian bus.

“Jadi ini sangat menguntungkan bagi kami. Karena pemilik bus dan penjualan bisa bergerak lagi bisnisnya. Kemudian membeli bus lagi untuk menjalankan lagi (bisnisnya),” terangnya.

Irene menceritakan, dua tahun sebelumnya, sektor otomotif bus mengalami keterpurukan. Sebab, ia menilai tidak ada penjualan sama sekali. “Dua tahun kemarin parah sih untuk bisnis bis. Benar-benar tindak ada penjualan alias nol,” ujarnya.

Disinggung terkait kondisi sekarang apakah mampu mencapai target penjualan tahun 2022, pihaknya optimis bisa tercapai. Tetapi, dengan catatan tidak ada pengetatan kembali pada sektor perjalanan yang dapat mempengaruhi kondisi operasional bus.

“Bicara target, asalkan tidak ada kebijakan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) lagi, kami optimis bisa mencapai target. Meski target yang kita tetapkan juga belum normal seperti tahun 2019, tapi paling tidak kami sudah menetapkan 50 persen dari penjualan normal. Sedikit demi sedikit, harapan kami semoga bisa bangkit dan dan bergeliat kembali ekonominya,” ucapnya. (dik/gih)