Media Benda Konkrit untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Kalimat Sederhana

Oleh: Marpuah, S.Pd
Guru SDN 03 Samong, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang 

BELAJAR bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada para siswa di sekolah. Maka mata pelajaran ini kemudian diberikan sejak masih di bangku SD karena dari situ diharapkan siswa mampu menguasai, memahami dan dapat mengimplementasikan keterampilan berbahasa.

Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal tersebut dilakukan baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Santyasa (2007: 3) menyatakan bahwa media digunakan dalam proses komunikasi, termasuk kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya media anak dapat termotivasi dalam kegiatan belajarnya dan dapat menambah daya tarik juga minat anak untuk belajar. Media pembelajaran dalam dunia pendidikan adalah hal yang mutlak harus digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Selanjutnya, Harja (1996: 2) berpendapat “menulis adalah menjelaskan bahasa lisan dan mungkin menyuntingnya atau melahirkan pikiran dan perasaan seperti mengarang, membuat surat, membuat laporan, dan sebagainya”. Sebagai objek nyata, media konkret merupakan alat bantu yang bisa memberikan pengalaman langsung kepada pengguna. Oleh karena itu, media konkret banyak digunakan dalam proses pembelajaran sebagai alat bantu memperkenalkan subjek baru. Media konkret mampu memberikan arti nyata kepada hal-hal yang sebelumnya hanya digambarkan secara abstrak yaitu dengan kata-kata atau hanya visual. Benda-benda konkret itu sendiri dapat diperoleh di sekitar kita misalnya batu, daun kering, kelereng, buku, pensil, meja,sepatu, kaos kaki, sapu tangan, sendok, piring, dan lain-lain.

Kalimat merupakan suatu kesatuan yang terbentuk dari komponen-komponen atau bagian-bagian yang berupa kata-kata atau proses yang saling berhubungan dan saling  melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Kemampuan membuat kalimat baik berupa kalimat berita, kalimat tanya, kalimat seru dan lain-lain, itu berarti suatu kemampuan di dalam melakukan atau menggunakan kata di dalam menyusun suatu kalimat dengan mematuhi tata cara yang berlaku di dalam membuat kalimat. Selanjutnya, suatu kalimat dikatakan telah tersusun apabila dua kata atau lebih bergabung menjadi satu kesatuan sehingga mengandung sebuah makna yang sempurna.

Media benda konkret adalah objek yang sesungguhnya yang akan memberikan rangsangan yang amat penting bagi siswa dalam mempelajari berbagai hal, terutama yang menyangkut pengembangan keterampilan tertentu. Anak pada usia Sekolah Dasar (SD) membutuhkan benda konkret sebagai media pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai lebih optimal. Selain itu, penggunaan media juga akan merangsang anak dalam memahami konsep yang disampaikan.

Langkah-langkah pembelajaran menurut Piaget adalah sebagai berikut. a) Menentukan tujuan pembelajaran. b) Memilih materi pembelajaran. c) Menentukan topik-topik yang akan dipelajari siswa secara aktif. d) Menentukan kegiatan belajar yang sesuai untuk topik-topik tersebut seperti memecahkan permasalahan. e) Mengembangkan metode pembelajaran untuk merangsang kreatifitas dan cara berfikir siswa. f) Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.

Kelebihan media benda konkret adalah 1) membantu proses pembelajaran dengan nyata dan langsung. 2) Mengatasi sikap pasif siswa dengan media yang variasi dan kreatif. 3) Menimbulkan perhitungan yang mudah. 4) Universal, dapat ditemukan oleh semua orang, dimana saja, dan kapan saja. 5) Jika siswa terbiasa menggunakan media benda konkrit, banyak manfaat yang diperoleh. (*)