Oleh: Enny Elviana,S.Ag.,M.Pd.I
Guru SKI MTs Nahdlatusy Syubban, Kec. Sayung, Kab. Demak
PEMBELAJARAN merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap. Oleh karena itu, Guru sebagai pendidik harus mampu untuk melaksanakan pembelajaran model baru dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik. Bila metode yang digunakan dalam menyampaikan bahan pelajaran itu tepat, maka dapatlah diraih tujuan yang telah diprogramkan.
Salah satu strategi pembelajaran yang disarankan dalam kurikulum 2013 ialah Strategi Inkuiri. Menurut Wina Sanjaya, yang dikutip oleh Suyadi, inkuiri berasal dari bahasa Inggris “inquiry”, yang secara harfiah berarti penyelidikan. Penyelidikan dalam hal ini, peserta didik berusaha memperoleh informasi dengan cermat dan teliti melalui kegiatan ilmiah.
Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik (student centered approach.) Hal ini karena dalam strategi pembelajaran inkuiri, peserta didik memang memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.
Di dalam pembelajaran dengan strategi inkuiri, peserta didik didorong untuk belajar sebagian besar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip serta pendidik mendorong peserta didik untuk memiliki pengalamannya sendiri. Strategi inkuiri juga memacu keinginan siswa untuk mengetahui dan memotivasi mereka untuk melanjutkan pekerjaannya hingga mereka menemukan jawaban dari suatu persoalan.
Strategi inkuiri menjadikan pelajaran yang dipahami peserta didik memiliki nilai, karena berasal dari hasil pemikiran dan sebagian besar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri, dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip serta pendidik, mendorong peserta didik untuk memiliki pengalamannya sendiri, sehingga peserta didik termotivasi untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran sampai selesai. Seseorang yang belajar penuh dengan semangat akan menguntungkan perbuatan belajar itu sendiri, sebab belajar akan lebih terasa tepat dan lebih baik. Motivasi juga dapat menimbulkan perasaan gembira dalam belajar serta dapat memperkuat daya ingatan sehingga apa yang mereka pelajari tidak terlupakan. Dengan cara itu siswa juga akan memahami kegunaan apa yang dipelajari, sehingga akan terus belajar.
Setiap strategi memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Adapun strategi inkuiri memiliki keunggulan sebagai berikut. a) Strategi inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi inkuiri dianggap lebih bermakna. b) Strategi inkuiri memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar siswa.
c) Strategi inkuiri merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman. d) Memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses menemukan sendiri karena pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan peran guru yang sangat terbatas.
Langkah-langkah penerapan strategi pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Nahdlatusy Syubban Sayung, sudah cukup baik dalam menerapkan strategi inkuiri dengan menggunakan enam langkah. Pertama, mengatur suasana pembelajaran yang baik dan tenang dulu agar siswa siap dan semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Kedua, menjelaskan pokok-pokok pembahasan terlebih dahulu. Ketiga, membawa (merangsang) siswa untuk berpikir dengan cara memberikan pertanyaan yang mengandung teka teki. Keempat, memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa untuk memikirkan jawaban. Kelima, mengumpulkan jawaban dari siswa, dan keenam, menyimpulkan dari hasil jawaban yang sudah dipilah-pilah. (*)








