Kudus  

Dinas Kesehatan Kudus Fokus Percepatan Vaksinasi Dosis Dua Lansia

Plh. Kepala DKK Kudus dr. Andini Aridewi. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus menunjukkan tren positif. Sebab, angka kasus kematian dan tingkat kesembuhan semakin meningkat. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus terus fokus untuk melakukan percepatan vaksinasi dosis kedua pada lansia. Sehingga dapat menurunkan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Pelaksana harian (Plh) Kepala DKK Kudus dr. Andini Aridewi mengatakan, pihaknya masih mengalami kesulitan dalam upaya pencapaian target vaksinasi dosis kedua lansia. Hal itu dikarenakan, kondisi sebagian lansia yang tidak memungkinkan untuk dilakukan vaksinasi.

“Vaksinasi dosis satu untuk lansia saat ini mencapai 72.59 persen, sedangkan untuk dosis dua baru 53,78 persen, dan dosis ketiga baru mencapai 10,45 persen. Mereka yang belum vaksin itu kebanyakan memiliki komorbid. Meski memang sebagian ada yang memang tidak mau,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Kudus hingga Minggu (20/3) kemarin telah mencapai 93,18 persen. 80,76 persen untuk dosis kedua, dan dosis ketiga sebesar 15,53 persen.

Pihaknya menyampaikan, DKK akan terus memantau kondisi para lansia yang baru melakukan vaksin dosis pertama. Sehingga, ketika kondisinya memungkinkan untuk vaksin, pihaknya dapat segera memberikan vaksin dosis kedua.

“Tentunya kami terus berupaya semaksimal mungkin, untuk bisa meningkatkan jumlah capaian vaksinasi ini. Hanya saja, kami tidak bisa memaksa. Untuk yang tidak mau (vaksin dosis kedua, Red), kami mengimbau untuk tetap bisa melengkapi dosis vaksinasinya. Dengan begitu, tubuh bisa semakin kebal pada Covid-19,” pungkasnya. (abd/fat)