DRTA Mudahkan Siswa Menelaah Struktur dan Kebahasan Teks Persuasi

Oleh: Rima Wijayanti, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Taman, Kab. Pemalang 

MEMASUKI semester 2 tahun pelajaran 2021/2022, pembelajaran di jenjang pendidikan tingkat menengah masih menggunakan sistem pembelajaran tatap muka secara terbatas. Hal ini berdasarkan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang mengingat kasus Covid-19 masih belum hilang. Tatap muka di dalam kelas maksimal 50% dari jumlah siswa dengan sistem tatap muka secara bergantian.

Intensitas pertemuan pada praktik pembelajaran secara klasikal di kelas yang terbatas, mengharuskan guru mencari solusi dalam menyajikan materi pembelajaran karena pemilihan model dan metode, serta media pembelajaran yang tepat. Pada kompetensi Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Persuasi di kelas VIII SMPN 2 Taman Kabupaten Pemalang, guru menggunakan metode DRTA atau Directed Reading Thinking Activity.

Menurut Khomariah (2013: 5), strategi pembelajaran DRTA merupakan strategi untuk mengembangkan kemampuan membaca secara komprehensif, membaca kritis, dan mengembangkan perolehan pengalaman siswa berdasarkan bentuk dan isi bacaan secara ekstensif. Strategi DRTA adalah strategi pembelajaran membaca yang dilakukan dalam pembelajaran membaca khususnya membaca intensif dengan melatih siswa untuk berkonsentrasi dan berpikir keras guna memahami isi bacaan secara serius.

DRTA memiliki tujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami isi cerita sehingga mendapatkan pengetahuan yang lebih luas lagi, mengembangkan potensi dan daya pikir dalam memahami isi cerita serta memiliki gambaran yang lebih luas terhadap materi yang akan dipelajari.

Adapun langkah-langkah penggunaan metode membaca dengan DRTA adalah sebagai berikut. 1) Membuat prediksi berdasarkan petunjuk judul. Pada langkah ini, guru menuliskan judul di papan tulis teks bacaan persuasi yang akan dibaca oleh siswa. Setelah itu siswa diminta untuk memprediksikan isi teks bacaan yang akan dibaca berdasarkan judul tersebut. 2) Membuat prediksi dari petunjuk gambar. Guru memajang gambar dari teks bacaan persuasi yang akan dibaca oleh siswa, kemudian siswa diminta untuk memprediksi apa kira-kira isi dari teks bacaan yang akan dibacanya nanti. 3) Membaca bahan bacaan atau teks. Siswa diminta membaca teks bacaan yang dibagikan guru berdasarkan pilihannya terhadap gambar yang dipilih oleh siswa tersebut.

4) Menilai prediksi dan menyesuaikan prediksi. Setelah siswa membaca teks, guru melakukan penilaian terhadap hasil prediksi siswa, yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan siapakah di antara siswa yang prediksinya sama dengan teks bacaan yang baru saja dibaca. 5) Ulangi kembali semua prosedur (1-4) hingga semua bagian pelajaran di atas telah tercakup. 6) Membuat ringkasan sesuai dengan versinya masing-masing.

Setiap metode yang diterapkan di dalam pembelajaran, selain memiliki kelebihan, juga memiliki kelemahan. Adapun kelebihan metode Directed Reading Thinking Activity adalah sebagai berikut. a) DRTA merupakan aktivitas pemahaman yang memprediksi cerita sehingga membantu siswa dalam memperoleh gambaran keseluruhan dari materi yang sudah dibacanya, b) dapat menarik minat siswa dalam belajar terutama membaca cerita, c) DRTA menunjukkan pada siswa bahwa belajar bukan hanya belajar, melainkan untuk mempersiapkan kehidupan selanjutnya, d) DRTA dapat digunakan pada beberapa mata pelajaran baik isi maupun prosedur dalam mengajar.

Sedangkan, kelemahan metode ini di antaranya a) seringkali menyita banyak waktu jika pengelolaan kelas tidak efisien, b) mengharuskan penyediaan buku bacaan dan seringkali di luar kemampuan sekolah dan siswa, c) melalui pemahaman membaca langsung, informasi tidak dapat diperoleh dengan cepat, berbeda halnya jika memperoleh abstraksi melalui penyajian secara lisan oleh guru.

Kelemahan yang dimiliki oleh metode Directed Reading Thinking Activity, dapat diminimalisir dengan cara memaksimalkan kelebihan yang ada. Dengan demikian, tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materi yang diberikan sesuai dengan yang harapkan, yaitu hasil belajar meningkat dari sebelum penerapan metode tersebut. (*)