KUDUS, Joglo Jateng – Jelang bulan suci Ramadan, sebagian kebutuhan pokok di Kabupaten Kudus mulai mengalami kenaikan harga. Sebagian besar kenaikan harga itu disebabkan oleh isu internasional yang sedang bergejolak.
Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti, melalui Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Imam Prayitno mengatakan, sebagian kebutuhan pokok telah mengalami kenaikan harga sejak awal tahun. Namun demikian, pihaknya memperkirakan kenaikan harga akan terus terjadi hingga menjelang lebaran mendatang.
“Untuk gula premium sendiri sudah naik sejak awal tahun, dan sekarang gula biasa juga sudah tidak ada di pasaran. Artinya harus menggunakan yang premium. Kemudian untuk tepung juga sudah naik sejak sebulan yang lalu. Bawang putih sekarang menyentuh angka Rp 30000 lebih. Semua yang berhubungan dengan impor itu naik, termasuk kedelai,” jelasnya.
Meski demikian, masih ada komoditas yang mengalami penurunan harga, Yakni bawang merah. Pihaknya menyebutkan, turunnya harga bawang merah disebabkan oleh banjir di sejumlah wilayah penghasil bawang merah, beberapa waktu lalu.
“Harga bawang merah saat ini turun karena kemarin kebanjiran. Tapi pertengahan Ramadan nanti, hampir pasti bawang merah bakal naik lagi harganya,” kata Imam.
Sementara itu, salah satu pedagang sembako Pasar Kliwon, Wati (55) menyebutkan, sebagian kebutuhan pokok memang telah mengalami kenaikan harga beberapa waktu belakangan. Namun demikian, hal tersebut dinilai wajar terjadi karena hampir setiap tahun jelang Ramadan, pasti terjadi kenaikan harga.
“Beberapa barang seperti gula, bawang, tepung memang sudah naik. Tapi saya rasa itu memang sudah wajar. Kenaikan harga juga tidak terlalu tinggi, seperti tahun-tahun sebelumnya ketika mau masuk Ramadan,” pungkasnya. (abd/fat)










