Figur  

Masih Muda, Mahasiswi ini Sukses Menggeluti Bisnis MUA

Luthfi Mujtamiah. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

MEMILIKI hobi merias diri sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), Luthfi Mujtamiah ini sukses menggeluti dunia make up artist (MUA) di usianya yang terbilang muda. Salah satu langkah yang dia lakukan adalah melakukan make-up diri sendiri kemudian dibikin konten video di media sosial (medsos).

Dara kelahiran Purwodadi itu mengatakan, langkahnya itu ternyata membuahkan hasil. Konten-kontennya menarik minat para pelanggan.

“Suka make up diri sendiri, habis itu dibikin video seperti Tik-tok dan lain-lainnya. Terus ada yang minat, ya udah berlanjut sampai sekarang,” kata Luthfi, sapaan akrabnya saat dihubungi Joglo Jateng, Senin (28/3).

Luthfi menjelaskan, saat masih SMA, ia mulai merias rekan-rekannya setiap ada acara di sekolah. Ketika lanjut di bangku perkuliahan, dirinya meningkatkan hobinya dengan mengikuti kelas kecantikan

“Sejak SMA, make up teman-teman, habis itu ada event lomba dari sekolahan ikut untuk makeup teman teman, kayak gitu. Terus semenjak kuliah, ikut beauty class, private class, dan sering bikin konten,” tutur gadis kelahiran April 2001 itu.

Lebih jauh, ia mengaku justru bisnisnya dirintis sejak awal pendemi Covid-19 melanda di Indonesia. Luthfi yakin bisnisnya akan berkembang lantaran make-upnya punya ciri khas tersendiri.

“Alasannya, karena saya ketika makeup orang senang, apalagi sudah diapresiasi hasilnya bagus. Kemudian, sasaran makeup saya di kalangan anak muda atau orang orang yang masih umur 25 tahun, kayak gitu. Karena makeup aku natural,” ungkapnya.

Saat ditanya soal harga yang ditawarkan di MUA miliknya, ia mengatakan kocek yang dikeluarkan pelanggan cukup relatif. “Untuk harga yang ditawarkan, kisaran dari 130- 200 ribu,” katanya.

Mahasiswi Unissula Semarang itu memaparkan, saat ramai acara pernikahan dan wisuda, dirinya mampu mendapatkan penghasilan jutaan rupiah per bulannya. “Omzetnya itu sebulan tergantung, bulan Ramadan libur. Di bulan-bulan tertentu, banyak orang nikahan wisuda. Sebulan 3 juta. Tapi, hasil perputaran MUA bisa membeli alat-alat rias,” jelasnya. (dik/gih)