Pati  

Budaya Sehat Bagi Peserta Didik Harus Diterapkan

BELAJAR: Aktifitas para perserta didik saat pendidikan tatap muka di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 02 Kabupaten Pati, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Pati sudah dimulai dengan kehadiran siswa 50 persen. Kegiatan PTM terbatas harus dilakukan dengan mengedepankan budaya kesehatan. Pasalnya untuk mengatansipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 klaster sekolah.

Endah Sri Wahyuningati, Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, meminta guru ataupun para peserta didik untuk tetap menjalankan budaya sehat. Diantaranya dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Sebagaimana saat ini, Pemerintah Kabupaten Pati sudah di buka lagi PTM dengan pembelajaran 50 persen. Untuk jamnya di balik, dengan jumlah kelas yang di balik. Sehingga harapannya siswa, ataupun orang tua masih tetap memantau,” katanya.

Ia menyampaikan, para peserta didik harus di segera terbiasa dengan gaya hidup baru. Apalagi sekarang terdapat penemuan klaster terbaru, yang ia rasa belum tentu kebenarannya.

“Informasi terkini ada lagi setelah omicron, ada deltacron. Betul tidaknya saya tidak tahu. Tapi itu harus budaya hidup sehat, prokes ini menjadi gaya hidup baru, untuk menjadi protek diri menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Dia berharap, supaya guru dan siswa menjalankan prokes saat proses PTM secara ketat. Menurutnya, peserta didik harus mendapat pendidik secara baik. Yakni PTM, namun dengan menjaga kesehatan.

“Harapanya, anak-anak maupun guru bisa melakukan proses pendidikan berlajar mengajar dengan lebih maksimal, setelah dibukanya PTM di sekolah-sekolah,” paparnya. (cr7/fat)