Jateng Dapat 2.614 Ton Migor Curah

PAPARAN: Kepala Disperindag Provinsi Jateng Arif Sambodo menyampaikan terkait kiriman minyak goreng untuk Jateng kepada wartawan, Kamis (7/4). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mendapatkan sebanyak 2.614 ton minyak goreng (migor) curah. Ribuan ton minyak goreng itu distribusikan ke berbagai wilayah kabupaten/kota di Jateng mulai Kamis (7/4).

Hal tersebut dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Pendistribusian tersebut guna menekan harga dan menjamin stok migor di wilayah itu.

Direktur Komersial PPI, Andre Tanujaya menyampaikan, wilayah Jateng sebenarnya sudah bisa menerima migor pada 4 April 2022 lalu. Namun, pengiriman mengalami kendala faktor cuaca yang tidak mendukung. Sehingga, migor ini datang di Jateng pada Rabu (6/4) malam.

“Tadinya direncanakan tanggal 4 datang, cuma mungkin karena ada kendala di lapangan karena di laut, cuaca dan lain-lain. Jadi, kapal ini baru labuh tadi malam pukul 22.30 tadi malam,” ujar Andre kepada wartawan, Kamis (7/4).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pengiriman migor ini dikirim dari Balikpapan, Kalimantan Timur dengan muatan sekitar 2.614 ton. Harapannya, jumlah tersebut mampu mencukupi ketersediaan migor di Jateng.

Pihaknya juga memastikan tidak hanya dikirim dengan jumlah segitu, melainkan menjelang Idul Fitri akan kembali dikirim.

“Beratnya 2.614 ton, ini bisa menutupi ketersedian minyak goreng selama 1-2 minggu maksimal. Tapi, Insyallah akan kedatangan kapal berikutnya sebelum Lebaran. Mudah-mudahan stok di Jateng sampai Lebaran dan setelah Lebaran cukup dan aman,” ungkapnya.

Alasannya memberikan migor di Jateng, kata dia, berdasarkan informasi dari Satgas Pangan disebutkan bahwa minyak goreng di Jateng masih belum merata.

“Tidak menipis, tadi dapat laporan dari Satgas Pangan bukannya menipis, masih ada cuma tidak merata. Tugas kami hadir melakukan pemerataan hingga bisa menekan harga minyak goreng yang tinggi,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Disperindag Provinsi Jateng, Arif Sambodo mengungkapkan, penerimaan migor ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan migor di Jateng agar cepat mendapatkan solusi.

“Kami bekerja sama dengan BUMN untuk membanjiri, kalau dihitung minyak di Jateng itu memang terjadi kelangkaan, tidak merata, tidak sesuai HET sampai dengan saat ini. Maka, apa yang kita lakukan ini dalam rangka membanjiri,” ucapnya.

Ia berpesan kepada setiap kepala dinas kabupaten/kota di Jateng untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat guna pengecekan secara langsung di setiap pasar.

Mereka juga melakukan pengawasan bekerja sama dengan polres-polres setempat, karena beliau saya ajak ke polres, berkomitmen untuk mengawalnya sampai ke pasar, agar para pedagang menjual ke konsumen akhir Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kg,” tandasnya. (dik/gih)