Strategi Implementasi Kurikulum dalam Proses Pembelajaran di Sekolah

Oleh:  Shohib, S.Pd.SD., M.Pd.
Guru SDN Kangkung 3, Kec. Mranggen, Kab. Demak

KURIKULUM merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan karena tanpa adanya kurikulum para peserta didik tidak akan memperoleh target pembelajaran yang sesuai. Melalui kurikulum, siswa dan guru jadi mengetahui apa yang harus dipelajari di setiap satuan tingkatan pembelajaran, sehingga membuat kegiatan proses pembelajaran berjalan lebih terarah dan terukur. Jika tidak ada kurikulum maka guru jadi kesulitan memberikan materi yang tepat untuk siswa. Kurikulum dalam dunia pendidikan terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan peserta didik di eranya masing-masing.

Secara bahasa, kurikulum berasal dari bahasa latin yaitu “curere” yang artinya tempat berpacu. Jadi, bisa dikatakan bahwa kurikulum merupakan tempat atau lajur yang diikuti untuk mencapai tujuan. Kurikulum berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran, termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran dengan baik. Kurikulum dalam dunia pendidikan adalah sekumpulan mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik supaya mendapatkan ijazah atau penghargaan. Dalam penerapannya kurikulum harus diimplementasikan secara terencana dan diatur sedemikian rupa sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.

Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional pasal 1 butir 19 juga membahas mengenai kurikulum, yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang tujuan, isi dan bahan pelajaran. Kurikulum juga dijadikan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan tertentu.

Kurikulum mempunyai beberapa fungsi diantaranya bagi bagi kepala sekolah kurikulum berfungsi sebagai pedoman manajer dan pimpinan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Bagi guru kurikulum memiliki fungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Bagi peserta didik kurikulum berfungsi sebagai acuan bagi para siswa mengenai apa saja program-program pendidikan yang harus dipelajari dan dipahami, serta apa saja target pembelajaran yang harus mereka capai di setiap jenjangnya. Bagi orang tua atau masyarakat kurikulum berfungsi sebagai laporan capaian siswa terhadap setiap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan, strategi implementasi kurikulum terhadap proses pembelajaran menjadi sangat penting. Strategi yang diterapkan tergantung terhadap faktor sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Semakin kaya sumber daya alam dan semakin berkualitas sumber daya manusia di suatu negara, strategi yang diterapkan dapat berjalan lebih maksimal dan bervariasi.

Kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) saat ini memberikan kebebasan tiga opsi pilihan kepada satuan pendidikan atau sekolah dalam melaksanakan kurikulum pendidikan nasional sesuai dengan kesiapannya masing-masing. Tiga opsi tersebut adalah Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat dan Kurikulum Prototipe.

Kurikulum prototipe bisa menjadi salah satu opsi menerapkan strategi implementasi kurikulum yang dapat membantu pemulihan pembelajaran (learning loss) akibat tidak optimalnya pembelajaran jarak jauh. Karena kurikulum prototipe mempunyai beberapa karakteristik utama yang dapat mendukung pemulihan proses pembelajaran karena berfokus pada pengembangan karakter, fokus pada materi esensial sehingga lebih sederhana, mendalam, bermakna dan mempunyai fleksibilitas dalam perencanaan kurikulum sekolah dan penyusunan rencana pembelajaran.

Dalam penerapannya di sekolah setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan serta keefektifannya, semua tergantung pada implementasi kurikulum di sekolahnya masing-masing. Karena pada dasarnya berjalannya kurikulum bergantung kembali dengan kesiapan dari sekolah masing-masing. (*)