Kudus  

Lakukan Monitoring sebagai Langkah Awal Deteksi Hepatitis

Plt. Disbudpar Kudus Mutrikah. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kasus hepatitis misteri tengah ramai diperbincangkan di sejumlah wilayah Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Kudus. Sebagai upaya pencegahan penyebaran hepatitis misteri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus berencana melakukan monitoring di sejumlah tempat wisata.

Plt. Kepala Disbudpar Kudus Mutrikah menyebutkan, tujuan dilakukannya pemantauan tempat wisata adalah sebagai antisipasi masuknya hepatitis tersebut masuk ke Kota Kretek. Dengan demikian, diharapkan pemerintah dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut.

“Pasca lebaran ini, untuk sementara kita hanya melakukan monitoring saja. Karena antisipasi hepatitis misteri ini kurang lebih sama dengan virus corona. Penularannya juga kurang lebih sama dengan Covid-19. Mudah-mudahan dengan gerakan ini, bisa kita gunakan sebagai antisipasi awal, ” ujarnya.

Dalam pengawasannya, Disbudpar menekankan agar pengelola wisata dapat menjaga kedisiplinan wisatawan dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan untuk menekan kemungkinan terjadinya penyebaran kasus, ketika ditemukan hepatitis misteri di Kudus.

“Fokus utama dalam monitoring tempat wisata adalah terkait protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan dengan sabun. Intinya jangan sampai ketika daerah lain sudah kena, kita malah ketinggalan informasi,” terangnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya monitoring di sejumlah tempat wisata, para pengelola dan wisatawan bisa lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, potensi penyebaran hepatitis misteri maupun Covid-19 di Kota Kretek dapat diminimalisir. (abd/fat)