SEMARANG, Joglo Jateng – Harga cabai di pasar beberapa daerah di Jawa Tengah melambung tinggi dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data dari Tim Pengendali Inflasi Jateng, harga cabai rawit merah di Kota Semarang melesat Rp 80.000 per kg. Di Kota Salatiga bahkan menembus Rp 83.000 per kg.
Harga cabai meroket ini membuat masyarakat dan pedagang mengeluh. Salah satunya pedagang di Pasar Sampangan Kota Semarang, Fira (59). Ia merasa bingung untuk menjual cabai yang sedang melambung tinggi itu.
Oleh sebab itu, dirinya hanya mampu untuk kulakan sekitar 2 kilogram cabai rawit merah yang hendak dijual di pasar. Sebelumnya, Fira berani membeli 5 kilogram cabai jenis tersebut.
“Tapi sekarang hanya mampu 2 kilogram saja,” ucapnya, Senin (7/6).
Fira menjelaskan bahwa dari distributornya sudah menjual harga cabai Rp 80 ribu per kilogram. Karena itu, dirinya menjual di pasar dengan harga Rp 90 ribu perkilogram.
“Alhasil saya jual Rp 90 ribu perkilogram, namun untuk 1/4 kilogram saya hargai Rp 25 ribu,” katanya. “Tapi mau bagaimana lagi, dari sananya sudah mahal,” imbuhnya.
Tak hanya pedagang, masyarakat juga mengeluh. Seperti yang dialami oleh Dira (45), warga Gayamsari Kota Semarang. Ia sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga, keberatan dengan harga cabai yang terus melambung tinggi.
Menurutnya, pekan lalu harga cabai dibanderol dengan harga Rp 70 ribu, kini naiknya sampai Rp 30 ribu. “Sekarang hampir Rp 100 ribu perkilogram. Berat kalau untuk ibu rumah tangga,” ungkapnya.
Karena harga cabai terus meroket, Dira memilih membeli saus atau sambal kemasan. “Karena kalau beli cabai seperempat lebih mahal,” tuturnya
Ia menyebut, setiap tahunnya komoditas satu ini selalu naik dan tak ada solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
“Gaji suami juga naiknya tak seberapa, tapi harga cabai dan bahan pangan melambung tinggi. Sebagai masyarakat kecil seperti saya bingung untuk mencukupi kebutuhan,” ucapnya. (dik/gih)










