Verstappen Sarankan Leclerc Belajar dari Kegagalan

RAYAKAN: Pebalap tim Red Bull Max Verstappen merayakan podium kelimanya dari delapan balapan yang sudah dilalui, akhir pekan Senin (13/6). Kini dirinya semakin memantapkan diri sebagai pemuncak klasemen. (https://twitter.com/redbullracing/JOGLO JATENG)

BAKU, Joglo Jateng – Max Verstappen tak memberi simpati kepada Charles Leclerc setelah diuntungkan oleh kerusakan mesin mobil rivalnya dari tim Ferrari itu. Pebalap Belanda itu menjuarai Grand Prix Azerbaijan tanpa perlawanan berarti, akhir pekan lalu.

Verstappen, mengatakan, kejadian serupa juga pernah ia alami tahun lalu. Saat itu, dirinya sedang memimpin balapan di Baku. Dirinya mengingatkan, bahwa kejadian yang dialami Leclerc juga terjadi ke banyak orang di masa lalu dan sayangnya pekan lalu, hal itu terjadi ke Charles.

“Apabila saya berada di situasi yang sama, saya akan kecewa. Itu sangat normal, tapi ini soal bagaimana Anda mengatasi hal itu,” katanya.

Verstappen menang di Baku, kemenangan kelima dari delapan balapan musim ini dan memperlebar jaraknya sebagai pemuncak klasemen. Dia sekarang unggul 21 poin atas rekan satu tim Sergio Perez yang mempersembahkan finis 1-2 untuk Red Bull di Baku. Sedangkan Leclerc tergeser ke peringkat tiga dengan selisih 34 poin.

Pebalap Monako, yang mengawali akhir pekan dengan margin sembilan poin di belakang Verstappen, sekarang gagal mengamankan pole position untuk kemenangan di empat balapan terakhir secara beruntun. Hal itu terjadi karena beragam masalah. Mulai dari daya tahan mobil hingga kesalahan strategi Ferrari.

Kegagalan yang Leclerc alami pada Minggu (12/6) merupakan DNF atau gagal finis kedua dari tiga balapan yang dia jalani dari posisi terdepan. Beberapa lap sebelumnya, Carlos Sainz juga harus menghentikan mobilnya di lintasan karena masalah hidrolik.

Verstappen sendiri pernah gagal finis dua kali karena masalah reliabilitas tahun ini. Kejadian itu membuatnya tertinggal 46 poin dari Leclerc setelah tiga balapan pembuka musim ini.

“Anda belajar dari sana, Anda tak menyukainya, marah, tapi Anda harus balikkan itu. Anda harus terus mempelajarinya karena suatu hal lain dapat terjadi dan Anda harus mencegah masalah itu terjadi,” ujarnya. (ara/fat)