Curah Hujan Tinggi, Belum ada Tanda Banjir

RUSAK: Sejumlah warga menyaksikan rumah yang tertimbun material bajir lahar dingin yang membawa material vulkanik, di Tambakan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, beberapa waktu lalu. (DOKUMENTASI PRIBADI/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Hujan deras disertai angin kencang kerap mengguyur Kabupaten Sleman belakangan ini. Kendati demikian, potensi adanya banjir lahar dingin pada sungai yang berhulu di Gunung Merapi di kawasan Sleman utara masih belum ada.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi itu, menyebabkan banjir lokal di sungai-sungai yang melintas di Sleman.

“Kalau hujan deras iya, banjir juga terjadi tapi hanya banjir lokal saja. Kalau sampai banjir lahar dingin, tidak,” ungkapnya, Selasa (14/6).

Lebih jauh ia menjelaskan, sesuai prakiraan cuaca oleh BMKG, Sleman menjadi wilayah yang akan diterpa hujan dengan intensitas tinggi. Suhu udara yang dicatat oleh BMKG berkisar 21-30 derajat celcius, dengan kerapatan udara sendiri tercatat di rata-rata angka 75 hingga 95 persen.

Hujan lebat memang belakangan ini sering terjadi di Kabupaten Sleman, khususnya Sleman tengah. Dengan adanya potensi hujan yang tinggi, pihaknya mengingatkan masyarakatnya untuk tetap waspada.

Pasalnya, hujan deras disertai angin kencang rentan menyebabkan pohon tumbang dan beberapa bencana alam lainnya. Sehingga peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan masyarakat.

“Kami tekankan untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang terus berubah. Untuk potensi angin kencang hingga berdampak pada tumbangnya pohon segera dilaporkan,” pungkasnya. (fif/bid)