Festival Kuliner Tradisional Sajikan 1.000 Porsi Mie Lethek

SAJIKAN: Salah satu masyarakan memasak mie lethek langsung untuk jamuan 1000 porsi mie lethek di Desa Wisata Bendo, akhir pekan lalu. (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JOGJA)

Menikmati kuliner tardisional di daerah asalnya menjadi salah satu hal yang mengesankan. Untuk itu Festival Kuliner Tradisional akan membawa pengunjung menikmati salah satu kuliner khas Bantul.

BANTUL, Joglo Jogja – Seribu porsi mie lethek disajikan dalam acara Festival Kuliner Tradisional di Dusun Bendo, Trimurti, Srandakan, Bantul. Dimana kuliner mie lethek yang ingin ditonjolkan tersebut merupakan salah satu makanan khas wilayah setempat.

Wakil pelaksana event Festival Kuliner Tradisional, Rendra Hidayat mengatakan, adanya festival ini bermula dari keprihatinan dirinya ketika melihat adanya pabrik mie lethek di Dusun Bendo. Namun, di Dusun Bendo sendiri tidak terdapat penjual mie lethek dalam bentuk olahan.

“Olahan mie lethek banyak diluar lingkup Dusun Bendo sendiri. Sementara di Dusun Bendo yang mempunyai pabriknya tidak ada yang menjual dalam bentuk olahan,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pihaknya yang juga masih menempuh pendidikan S1 Pariwisata di salah satu perguruan swasta di Yogyakarta menginginkan penyelenggaraan event kepariwisataan. Adapun tema yang diusung adalah Bendo Nduwe Gawe.

Makna dari tema tersebut menurutnya adalah Bendo punya hajatan. Dimana agenda itu merupakan event kolaborasi perdana yang dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholder Desa Wisata Bendo Nyawiji dan para praktisi serta mahasiswa/i.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari yakni 25-26 Juni 2022. Puncak acara sendiri pada Minggu, 25 Juni lalu dengan menyajikan 1.000 porsi mie lethek dan juga demo jamu. “Prosesi dilaksanakan dua hari, Sabtu dan Minggu. Namun di hari Sabtu hanya mengundang internal dari mahasiswa/i kampus dan masyarakat sekitar,” jawabnya.

Kegiatan yang dilakukan adalah bersepeda dengan melakukan kunjungan di beberapa industri yang ada di Desa Wisata Bendo. Menurutnya terdapat lima industri diwilayah tersebut. “Ada lima industri dan di setiap industri kami juga belajar. Misalnya di pabrik mi lethek, kita belajar proses pembuatannya,” paparnya.

Kemudian pada Sabtu, terdapat pelatihan home stay. Menurutnya ini penting. Sebab pelatihan tersebut menjadi salah satu komponen penting untuk memajukan desa  Puncak acaranya sendiri diawali dengan senam back to nature. Dimana terdapat berbagai macam doorprize. Selain itu pihaknya menonjolkan 1.000 mie lethek yang disajikan.

“Ada live cooking yang dirancang untuk memberikan pengalaman bagi teman-teman internal dan eksternal. Disela itu juga ada demo jamu, ditekankan bagaimana membuat jamu, bahan-bahan apa yang diperlukan,” paparnya.

Acara ditutup dengan beberapa kegiatan hiburan. Diantaranya mendatangkan salah satu band untuk menghibur masyarakat. “Kegiatan Bendo Nduwe Gawe ini diharapkan dapat memberikan kesan terbaik bagi warga sekitar. Harapan kami juga panitia nantinya event ini dapat berkelanjutan,” jelasnya. (ers/fat)