Kudus  

Perhatian Ibu Diperlukan untuk Atasi Stunting

PANTAU: Petugas Rumah Gizi DKK Kudus saat melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Upaya penanganan stunting di Kota Kretek terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Akan tetapi DKK tidak bisa bekerja sendiri, perlu peran serta berbagai pihak untuk menanganan kasus ini. Salah satunya adalah perhatian ibu ke anak yang juga sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Nuryanto mengatakan, yang menjadi perhatiannya saat ini adalah perhatian ibu ke anak. Pasalnya, usia 0-6 bulan bayi harus diberikan asi yang mencukupi dari sang ibu.

“Namun, kenyataannya kebanyakan ibu-ibu pukul 05.00 pagi sudah mulai bekerja. Sehingga, perlu edukasi dan penyuluhan kepada ibu-ibu di Kudus untuk mampu bekerja sama mengatasi kasus stunting,” ucapnya.

Pihaknya melanjutkan, upaya untuk menekan angka stunting sendiri selain perhatian dari orang tua, juga dapat dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat secara luas. Yakni melalui pertemuan-pertemuan yang kerap diadakan.

“Melalui pertemuan-pertemuan seperti di lintas sektoral, lintas program, lintas di tingkat puskesmas ini perlu disosialisasikan terkait penanganan stunting. Karena, untuk mengatasi stunting tidak hanya DKK saja, tapi melibatkan OPD lainnya. Seperti BKKBN, BPJS, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Pangan, dan Organisasi-organisasi lainnya,” tuturnya.

Diketahui, stunting sendiri merupakan suatu keadaan di mana anak atau bayi terjadi gagal pertumbuhan dan perkembangan. Lantaran kekurangan gizi kronis maupun dengan penyakit kronis lainnya, yang ditanda tidak sesuainya tinggi dan berat badan.

Nuryanto menambahkan, di 2024 dari Kementerian Kesehatan mengharapkan bisa mencapai 14 persen untuk angka stunting di Indonesia. Sedangkan, dari sistem pelaporan kunjungan Kudus sudah mencapai level di bawah 4,5 persen.

“Dari kementerian mengharapkan di 2024 nanti bisa mencapai angka stunting 14 persen. Kami di Kudus pada 2022 sudah mencapai 4,5 persen dan ini masih ada kesempatan. Kami berharap 2024 nanti bisa nol persen atau zero kasus stunting,” pungkasnya. (sam/fat)