Blora  

Potensi Buah Jeruk Prospek untuk Dikembangkan

AMBIL: Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati saat memetik langsung jeruk di kebun jeruk Desa Tempellemahbang, akhir pekan lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

BLORA, Joglo Jateng – Buah jeruk yang berada di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, memiliki potensi dan prospektif dikembangkan. Yakni untuk menjadi salah satu destinasi wisata hortikultura.

Sebab, desa yang kaya akan potensi ukir kayu jati itu tumbuh subur Buah jeruk jenis madu siam. Tak hanya jeruk madu siam, di desa ini juga tumbuh subur jeruk pamelo. Hampir semua warga memiliki kebun buah jeruk yang rasanya tidak kalah dengan jeruk-jeruk dari daerah lain.

Salah satu petani jeruk Sulastri (45) warga Desa Tempelemahbang mengatakan, dirinya sudah sejak 5 tahun lalu menjadi petani jeruk. Dirinya mengelola lahan kurang lebih seluas 0,5 hektare. Kini ditanah garapannya itu terdapat 400 tanaman jeruk yang telah berbuah.

Dia mengaku memilih menanam jeruk karena perawatannya mudah dan jangka waktunya panjang. “Ini tahun kedua panen, untuk harganya Rp13.000-15.000 per kilogram. Hingga harga paling rendah Rp 5.000, jadi tergantung dengan besar kecil buahnya,” ucapnya.

Sulastri menambahkan, dalam merawat tanaman jeruk, cukup dengan pupuk kandang. Dirinya tidak memakai pupuk kimia karena mahal dan sulit didapat. Kedepan, dia ingin tanaman jeruk yang dikembangkan bisa menjadi wisata edukasi.

“Ini sudah dibuka untuk umum. Kalau masuk masih gratis, dan nanti bisa petik sepuasnya,” tuturnya.

Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati saat datang langsung ke kebun jeruk mengaku, senang melihat perkebunan jeruk di Desa Tempellemahbang yang hasilnya luar biasa. Menurutnya, Blora yang terkenal dengan tanahnya yang tandus ternyata bisa tumbuh menghasilkan kebun yang berkualitas.

“Rasanya tak kalah dengan jeruk dari luar daerah. Tentu kami terus mendorong agar hasil jeruk organik yang luar biasa ini kalau bisa jangan hanya dijual begitu saja,” katanya.

Dengan potensi lahan yang begitu luas, jeruk Tempellemahbang ini juga bisa dijadikan salah satu destinasi wisata petik buah. Sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke desa tersebut.

“Jika di Batu malang ada petik apel, nanti mungkin di tempel ini bisa dikembangkan petik jeruk. Sehingga ada pemasukan lain selain dari penjualan buah jeruk, dan di tempel ini sudah ada seperti ini tentu bagus,” tuturnya.

Saat ini Pemkab Blora terus mendorong desa agar terus mengembangkan ekonomi kreatif untuk menambah ekonomi masyarakat desa. Salah santunya mengembangkan potensi potensi yang dimiliki pada masing-masing desa.

Salah satu pengunjung petik buah jeruk, Laila Yuswi Khoiria mengaku senang bisa memetik buah sendiri, mencicipi sendiri. “Enak, manis rasanya tak kalah sama daerah lain. Suasananya juga bagus,” kata Laila. (hms/fat)