Peningkatan Hasil Belajar PKn dengan Media Gambar

Oleh: Muftahiyah, S.Pd
Guru SDN 01 Blendung, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

URGENSI mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam setiap jenjang pendidikan tidak terlepas dari fungsi dan peranannya dalam membentuk karakter bangsa yang sesuai dengan harapan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. Menurut kurikulum Tahun 2004, pendidikan kewarganegaraan didefenisikan sebagai mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan

Selamat Idulfitri 2024

Warga negara yang baik yaitu warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kemduian cerdas, terampil dan berkarakter mulia sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Untuk membentuk warga negara yang baik, diperlukan suatu pembelajaran  yang bermutu  dan dilaksanakan di sekolah merupakan mata pelajaran tentang pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Sehingga peserta didik menjadi warga negara yang baik.

Menurut Cogan (1999), PKn atau civic education merupakan mata pelajaran dasar yang dirancang untuk mempersiapkan para pemuda warga negara dapat melakukan peran aktif dalam masyarakat. Mulai terkikisnya moral anak bangsa saat ini juga telah menjadi peringatan bagi semua kalangan pada umumnya dan peserta didik pada khususnya.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Dalam mengatasi hal ini, pendidikan harus bisa mengintegrasikan setiap mata pelajaran menjadi pendidikan karakter baik dan sikap baik. Termasuk dalam mata pelajaran PKn yang mengajarkan untuk berperilaku sesuai norma-norma yang ada.

Materi dalam pembelajaran PKn hendaknya mampu menanamkan nilai dan moral pada diri peserta didik. Penanaman nilai dan moral tersebut mengharuskan guru melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan dan juga bermakna bagi peserta didik, sehingga kelak peserta didik mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Biasanya, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan  peserta didik lebih menyukai gambar daripada tulisan. Nana sudjana dan Ahmad Rivai (2002:2) mengtakan bahwa “penggunaan media  akan menarik perhatian  peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar”.

Dalam pembelajaran di Sekolah Dasar (SD), media gambar sangat baik digunakan dan diterapkan  dalam proses belajar mengajar sebagai media pembelajaran, karena media gambar cenderung sangat menarik perhatian peserta didik. Hal ini juga mampu memunculkan motivasi untuk lebih  ingin mengetahui tentang gambar yang dijelaskan dan guru pun dapat menyampaikan materi dengan optimal melalui media gambar tersebut.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Fungsi media gambar dalam pembelajaran menurut Ahmad Rohani (1997:6-7), yaitu mengkonkretkan hal-hal yang bersifat abstrak, mendekatkan dengan objek yang sebenarnya, melatih peserta didik berpikir konkret, dan memperjelas permasalahan.

Tujuan penggunaan suatu Media gambar adalah untuk membantu guru menyampaikan pesan kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat menguasai pesan tersebut secara cepat dan akurat.

Faktor-faktor yang memepengaruhi hasil belajar menurut Sri Anitah W,dkk. (2009: 2.7) antara lain meliputi faktor dari diri siswa sendiri (intern) dan faktor dari luar diri siswa (ekstern). Faktor dari dalam diri siswa yang berpengaruh terhadap hasil belajar diantaranya adalah kecakapan, minat, bakat,usaha,motivasi, perhatian, kelemahan dan kesehatan, serta kebiasaan siswa.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Minat belajar berkaitan dengan seberapa besar individu merasa suka atau tidak suka terhadap suatu materi yang dipelajari. Minat inilah yang harus dimunculkan lebih awal dalam diri siswa. Minat, motivasi, dan perhatian siswa dapat dikondisikan oleh guru. Setiap individu memiliki kecakapan (ability) yang berbeda-beda.

Faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah lingkungan fisik dan nonfisik (termasuk suasana kelas dalam belajar, seperti riang gembira, menyenangkan), lingkungan sosial budaya, lingkungan keluarga, program sekolah (termasuk dukungan komite sekolah), guru, pelaksanaan pembelajaran, dan teman sekolah.

Guru merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap proses maupun hasil belajar, sebab guru merupakan manajer atau sutradara dalam kelas. Dalam hal ini, guru harus memiliki kompetensi dasar yang disyaratkan dalam profesi guru. (*)