PATI, Joglo Jateng– Menurut Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan), persoalan sampah masih menjadi problem utama di aliran Sungai Silugonggo, Juwana, Pati.
Juru bicara Jampisawan, Ari Subekti mengatakan mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan tata kelola sampah di area tersebut.
Pihaknya menilai, selama ini tidak ada keterlibatan pemerintah dalam mengelola sampah di aliran Sungai Silunggo.
“Problem utamanya adalah sampah. Hingga saat ini tidak ada penaganan dari pemerintah. Sebagai penggelola Sungai Juwana, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juwana seharusnya melakukan kerjasama desa-desa yang ada di kanan-kiri Sungai
Juwana,” ucapnya.
Ari menegaskan, pemerintah harus segala melakukan tindakan. Terutama untuk mengurangi dampak lingkungan, mengingat Sungai Silunggo menjadi arus aliran air utama dari Kawasan Hulu yang berada Pegunungan Kendeng.
“Misalnya, BBWS perlu mengkampayekan atau mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Lalu, BPWS juga harus membantu desa untuk menyusun Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan sampah,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Ari, masyarakat tidak lagi membuang sampah di tepi sungai.
“Jadi masih banyak warga yang menjadikan sungai sebagai tempat sampah. Orang lewat membuang sampah dari jembatan. Jadi tidak hanya warga sekitar sungai Silugonggo saja,” imbuhnya.
Sebagai tambahan informasi, pada bulan Juli ini, Jampisawan menggelar monitoring di aliran Sungai Silugonggo. Dari mulai Juwana sampai ke Desa Ngantru. Dimana, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap bulan. Tak hanya sampah domestik yang ditemukan, keberadaan tumbuhan eceng godok juga menjadi problem di kawasan tersebut. (lut/mg2)










