Kudus  

Kembali Dicanangkan, Pelaksanaan BIAN Target 55.852 Anak

RESMI: Pemukulan gong oleh Bupati Kudus Hartopo untuk menandai pencanangan BIAN Tahun 2022 dengan didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kudus Mawar Hartopo serta Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Andini Aridewi di Puskesmas Wergu Wetan, Senin (1/8/2022). (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dimulai pada Senin, (1/8/2022) di halaman Puskesmas Wergu Wetan. BIAN dilakukan secara serentak di seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes). Mulai dari Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Puskesmas, dan Rumah Sakit selama Agustus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Andini Aridewi menjelaskan, total target BIAN untuk vaksin MR guna menghindari campak dan rubella untuk usia 5-59 bulan sejumlah 43.272 sasaran. Sedang imunisasi kejar menyasar pada usia 12-59 bulan. Yang meliputi pentavallen (dpt-hb-hib), polio tetes (OPV), polio suntik (IPV).

“Untuk dpt-hb-hib menargetkan sejumlah 3.540 balita, OPV sejumlah 3.540 balita, IPV sejumlah 5.500 balita. Imunisasi kejar sebetulnya sudah dimulai sejak bulan Juni lalu. Jadi, tahun 2023 ini, diharapkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dapat terpenuhi senuanya,” jelasnya.

Pihaknya menyatakan, vaksinasi MR diberikan kepada semua sasaran tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Apakah sudah lengkap atau belum, akan tetap diberikan imunisasi MR. Untuk vaksin MR tersebut memang ditargetkan selama bulan Agustus. Diharapkan capaiannya tidak kurang dari 95%.

Untuk pelaksanaan pertama, BIAN dilaksanakan di semua desa dan kelurahan melalui faskes yang ada, tersedia 886 posyandu, 19 puskesmas dan 7 rumah sakit. “Nanti kita lihat perkembangannya. Dari evaluasi dan sweeping, bilamana memang dimungkinkan, kita bisa mendekatkan akses ke sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Hartopo berharap, BIAN menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak. Pasalnya pandemi yang terjadi pada 2020 dan 2021 lalu telah berdampak pada penurunan capaian imunisasi. Maka dari itu, ia mendorong Dinas Kesehatan bersama seluruh pihak yang terlibat agar mampu memenuhi target tahun 2022.

“Pada 2019 lalu bisa melebihi target, namun di 2020 dan 2021 turun dari target karena terdampak pandemi yang terjadi dua tahun lebih. Harapannya tahun 2022 ini harus bisa capai target,” ujarnya.

Dalam memacu pemenuhan target, Hartopo meminta Dinas Kesehatan segera membentuk tim khusus yang siap terjun untuk mengedukasi masyarakat. Karena dengan ikut imunisasi, anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi yang handal dan berkualitas yang akan menentukan kelanjutan pembangunan di masa mendatang.

“Bulan imunisasi perlu disosialisasikan oleh Dinkes lewat tim koordinasi, supaya orang tua tidak terlambat mengikutkan anak imunisasi. Tim untuk sosisalisasi dan edukasi kepada ibu-ibu supaya yang punya anak cucu bisa sedini mungkin (mulai usia 9 bulan),” katanya. (cr1/hms/fat)