Fermentasi Sampah Sisa Pohon untuk Pakan Ternak

OLAH: Petugas sedang mencacah sisa pemangkasan pohon menggunakan mesin pencacah kayu di TPS 3R Nitikan Yogyakarta, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

YOGYAKARTA, Joglo Jateng – Sampah organik yang berasal dari sisa pemangkasan pohon dapat diolah dengan cara difermentasi. Kemudian digunakan sebagai pakan ternak, khususnya kambing. Pengolahan itu telah dilaksanakan di Kelurahan Giwangan, Kota Yogyakarta.

“Di kelurahan ini banyak pohon kelengkeng yang saat dipangkas menyisakan batang dan daun yang banyak. Agar tidak terbuang sia-sia, diolah kembali menjadi pakan ternak,” ungkap Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Giwangan Slamet Haryanto, Selasa (2/8).

Sebelum difermentasi, lanjutnya, batang, ranting dan dedaunan terlebih dulu dicacah menggunakan mesin pencacah kayu. Sehingga berbentuk serpihan kecil, baru kemudian difermentasi selama 21 hari.

“Setelah mengeluarkan bau yang khas, hasil fermentasi kemudian dijadikan pakan ternak. Di wilayah ini diberikan untuk kambing dan nantinya bisa diberikan untuk ikan atau ternak lain,” tuturnya.

Dengan pemanfaatan sisa batang pohon kelengkeng dan tanaman keras lainnya, ia berharap sedikit mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Sementara, di Kota Yogyakarta menghasilkan sekitar 370 ton sampah dalam sehari yang dibuang ke TPA Piyungan.

Sementara itu, Lurah Giwangan Dyah Murniwarini mengatakan, pengolahan sampah tersebut diharapkan bisa menjadi jawaban dari permasalahan sampah organik di kelurahan tersebut. Termasuk di Kota Yogyakarta, pengolahan ini mampu mengurangi volume sampah hingga 20 persen.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Ahmad Haryoko menyampaikan, masih banyak pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah organik. Karena jenis sampah tersebut mendominasi sampah yang dihasilkan Kota Yogyakarta setiap hari.

Ia berharap, pengelolaan sampah organik sisa pemangkasan pohon yang dilakukan di Kelurahan Giwangan bisa direplikasi di kelurahan lain. Sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan.(ara/ziz)