PATI, Joglo Jateng – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi pergaulan anak. Imbauan tersebut merupakan merespons dari dugaan kasus penyekapan dan pemerkosaan terhadap seseorang remaja SMP di Pati, beberapa hari lalu.
Kepala Dinsos P3AKB Pati, Indriyanto mengatakan, dirinya menilai kasus tersebut bisa terjadi karena kurangnya pengawasan orang tua kepada anak. Sehingga, para orang tua diminta untuk lebih bisa mengontrol pengaulan anak.
“Intinya, orang tua harus benar-benar memperhatikan anaknya. Kalau upaya jelas, kita mengimbau kepada para orang tua untuk memperhatikan pergaulan anak. Terus mengawasi kaitannya bermedia sosial,” ungkapnya, Senin (9/8).
Program-program yang ada di Dinsos P3AKB disebut telah disesuaikan dengan kebutuhan anak. Kemudian bilamana terjadi hal semacam kasus yang tengah hangat diperbincangkan, pihaknya akan melakukan pendampingan.
“Kalau saya lihat kasus itu, pengendalian orang tua kurang. Jadi orang tua kurang pengawasannya, khususnya ketika anak dalam bermedia sosial dan bergaul dengan orang lain. Karena yang tahu terdekat itu orang tua,” terangnya.
Terkait dugaan penyekapan dan pemerkosaan remaja SMP di Pati tersebut, hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan di kepolisian. Sedangkan kondisi korban disebut sudah mulai membaik.
“Jadi prosesnya masih penyelidikan di kepolisian, dan masih berlangsung. Untuk korbannya kemarin sudah membaik. Dari segi fisik, psikisnya masih di pantau terus oleh RSUD Soewondo,” tuturnya.
Indriyanto juga menilai bahwa orang tua korban terlambat melaporkan saat peristiwa tersebut terjadi. “Itu juga indikasi kepedulian orang tua kurang. Anaknya juga kurang di kontrol, apalagi di media sosial itu sekarang sangat bebas. Sehingga harus benar-benar bijak dalam bermedia sosial,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan pendampingan saat proses di kepolisian dan mencarikan tenaga pekerja sosial profesional. Di mana, Dinsos P3AKB telah bekerja sama dengan Panti Asuhan Margo Laras untuk memberikan pendampingan kepada korban. (lut/abd)










