DEMI menambah biaya kuliah, Putri Dwi Astuti (17) tak malu berjualan es permen karet. Tak disangka, jualannya tak cuma cukup untuk biaya kuliah, bahkan bisa nambah uang jajan karena omzetnya yang lumayan.
Anak ke dua dari dua bersaudara tersebut menuturkan, usaha es permen karet itu merupakan miliknya sendiri. Dalam menjalaninya, dia menjalin kerjasama dengan pembuat es permen karet yang berada di Surabaya.
“Usaha milik sendiri. Kita menjadi mitra langsung dari pusat yang ada di Surabaya. Oleh karena itu, bahan yang kita pakai asli dari bahan-bahan premium,” ungkapnya, Rabu (10/8).
Meskipun produknya berbahan unggulan, namun harga es permen karet jualannya terbilang terjangkau. Terlebih, pada saat awal ia merintis, di Kabupaten Pati belum ada produk serupa.
“Selain harganya yang murah, rasanya juga enak. Apalagi pada saat itu di Pati belum ada,” ungkap mahasiswa semester akhir Institut Agama Negeri (IAIN) Kudus itu.
Sedangkan pendapatan per bulan yang ia dapatkan dari berjualan bisa mencapai Rp 4,5 juta. Uang hasil berjualannya itu ia digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiaya kuliah.
“Omzet kurang lebih Rp 4,5 juta. Untuk menambah biaya kuliah dan mencukupi kebutuhan diri sendiri,” ungkapnya.
Kedepan, ia juga berharap usahanya bisa konsisten dan lebih berkembang lagi. Dengan begitu, es permen karet buatannya itu lebih bisa dikenal banyak orang. (lut/gih)










