SEBAGAI seorang atlet Hapkido, Mei Handayani (23) telah berhasil meraih sejumlah medali. Dari mulai juara 1 eksibisi PON Papua 2021, juara 1 Kejurda Jateng 2022 hingga juara 1 Kejurnas Padang 2022.
Perempuan akrap disapa Mei itu memutuskan jadi atlet Haptiko pada 2021 lalu. Tujuannya ingin menemukan pengalaman baru di dunia olahraga, setelah sebelumnya menjadi atlet taekwondo dengan rentetan sejumlah prestasi.
“Hapkido lebih bebas saat bertanding, boleh membanting atau memukul dan melihat peluang di Hapkido. Jadi bosan dengan beladiri sebelumnya yang sudah ditekuni selama 16 tahun,” katanya, belum lama ini.
Selain raihan sejumlah prestasi, Gadis kelahiran Pati itu mengaku mendapatkan banyak ilmu baru selama menggeluti olahraga Hapkido. Dari mulai belajar kesabaran hingga melatih ketekunan dalam mengasah kemampuan.
“Banyak ilmu baru yang saya dapatkan di Hapkido, bisa belajar tentang kesabaran, ketekunan dalam berlatih, menambah sahabat, mengenal banyak orang hebat untuk belajar menjadi lebih baik dan terwujudnya pengalaman bertanding. Selain itu juga bisa jalan-jalan keluar Jawa-Bali dan bisa punya tempat latihan (dojang) sendiri,” ungkapnya.
Dia juga bercerita tentang kisah dukanya saat berlatih Hapkido, dari merasakan sakit saat latihan tendangan hingga dibanting. Meskipun begitu, ia mengaku senang bisa mendapat perhatian yang baik dari pengurus olahraga beladiri tersebut.
“Sukanya karena lebih diperhatikan oleh pengurus daerah maupun pengurus provinsi, masuk daftar atlet Pplod Pati dan Platda Jateng. Dan yang paling penting sikap sportifitas dan kekeluargaan yang tinggi,” tuturnya.
Deretan prestasi tak membuatnya berhenti berlatih. Sebelum melakukan pertandingan, ia harus melakukan sejumlah latihan. Dari mulai fisik, teknik tendangan atau bantingan, dan memperbanyak sparing dengan orang yang berbeda. Untuk itu, dirinya berpesan kepada anak baru yang berlatih Hapkido untuk tetap bersemangat.
“Tetap semangat, semua butuh proses, perjuangan, kerja keras, materi, kedisiplinan untuk menuju sukses. Jangan bosan dan jangan mudah menyerah, kalau kita tekun dan mau belajar pasti akan ada jalan,” ucapnya.
Mei mengungkapkan, untuk memenangkan pertandingan harus perlu latihan, percaya diri, doa, dan tidak mudah menyerah. Hal itulah kunci berkeberhasilan yang selama ini dia pegang.
Gadis yang suka memasak itu berharap supaya Harkido bisa semakin maju. Ia juga masih mempunyai impian untuk bisa masuk di kejuaraan resmi tingkat nasional maupun internasional. (lut/gih)










