Figur  

Sela Kuliah, Mengajar Bimbel Jadi Pilihan

Alfina Mazroatul Ilmi. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

MENGAJAR bimbel jadi pilihan Alfina Mazroatul Ilmi di sela-sela kesibukan menempuh pendidikan Strata 1 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. Meskipun awalnya, ia tidak memilki niatan menjadi guru bimbel.

“Awal mulanya nggak ada niatan. Soalnya, aku orang nggak sabaran kalau ngajar anak. Namun saat itu ada ponakan yang ibunya minta tolong diajarin dan ternyata ibunya ngasih tanda berterimakasih gitu,” ucap Fina, Senin (29/8).

Setelah itu, ponakannya itu mengajak teman-temannya untuk ikut belajar. Dari ketidaksengajaan itulah kemudian ia akhirnya fokus mengajar bimbel. Mulai dari siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD) hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs).

“Ketika itu ponakanku mengajak temennya ikut bimbel, aku nggak bisa nolak karena orangnya ke rumah. Lama kelamaan nambah jadi 5 orang beda tingkat. Dari situ perjalananku sampai ngajar bimbel,” kata mahasiswa jurusan HES IAIN IAIN Kudus itu.

Baginya, menyelesaikan studi sambil mengajar bimbel memilki tantangan tersendiri. Salah satunya dituntut untuk bisa membagi waktu secara baik supaya kedua aktivitas tersebut tidak terganggu.

“Harus profesional dan harus bisa membagi waktu dengan baik. Seperti halnya waktu jaga toko, aku harus membantu pekerjaan rumah. Selain itu perlu mengajarkan hal baru kepada murid,” tuturnya.

Sementara kesulitan mengajarnya, saat murid yang dia ajar tidak paham setelah diberikan penjelasan. Hal itu terkadang mengurangi rasa percaya dirinya menjadi seorang pengajar.

“Kesulitan yang paling parah ketika kita sudah menjelaskan dengan baik tetapi murid tidak bisa memahami. Lalu, murid paham saat dijelaskan tapi pada saat ulangan nilainya di bawah rata-rata. Di situ seperti aku merasa gagal jadi guru,” keluhnya.

Fina juga berpesan kepada anak muda sebayanya supaya berani untuk melangkah lebih maju. Seperti dirinya mengajar di sela-sela kesibukan kuliah.

“Jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak akan mendapatkannya. Jika kamu tidak melangkah maju, kamu akan tetap berada di tempat yang sama,” pesannya. (lut/gih)