BATANG, Joglo Jateng – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang mulai menggelar pelatihan kepada 1.301 petugas Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022. Pelatihan terbagi menjadi beberapa kelas dan disebar di tempat yang ditentukan, sehingga tiap petugas dapat fokus menerima materi. Berdasarkan jadwal, para Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan pengawas akan bertugas mulai 15 Oktober hingga 14 November mendatang.
Kepala BPS Batang, Edi Prawoto mengatakan, para petugas diberikan pelatihan tentang cara mendata seluruh penduduk, mulai dari pendidikan, sosial hingga perekonomian tiap keluarga. “Hasilnya akan diketahui berapa jumlah warga yang masih mengalami stunting, warga berkebutuhan khusus, hingga ketepatan data saat ada program bantuan sosial dan lainnya,” katanya, Selasa (27/9).
Regsosek juga bermanfaat untuk mengetahui warga Batang yang perlu mendapat dukungan permodalan nantinya. “Sering kali muncul kericuhan saat pemberian bantuan sosial karena kurang tepat sasaran, maka salah satu strateginya menggunakan Regsosek,” tegasnya.
Ia memastikan, setelah dilakukan pendataan, akan diketahui kondisi warga yang benar-benar patut memperoleh perhatian lebih, maupun program khusus dari pemerintah. “Jika tiba waktunya nanti, saya harap masyarakat bisa menerima petugas pendata dengan baik. Petugas yang dipilih pun berasal dari daerah setempat, jadi masyarakat tidak perlu khawatir apabila diminta untuk menjawab setiap pertanyaan,” jelasnya.
Salah satu petugas pendata Regsosek, Wijayanti dari Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih mengatakan, melalui kontribusi dalam pendataan Regsosek, nantinya akan didapat kesesuaian data dengan penerima program. “Paling tidak bagi petugas yang berasal dari desa setempat akan mengetahui, mana saja warga yang memang membutuhkan bantuan sosial,” tuturnya. (hms/abd)










