KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus telah menutup pendaftaran bagi pedagang kaki lima (PKL), yang ingin berjualan di Car Free Day (CFD). Penutupan dilakukan, lantaran sudah banyaknya pedagang yang berjualan di ruas yang disediakan di CFD.
Sekretaris Dinas Perdagangan Kudus Andi Imam Santosa mengatakan, antusias masyarakat akan CFD sangat ramai. Namun pendaftaran sudah ditutup, lantaran tempat yang disediakan penuh.
“Ruas jalan yang dipakai untuk tempat berjualan sudah penuh. Kemungkinan nanti jika ada penambahan bisa dibuka kembali pendaftaran bagi PKL,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) PKL Dinas Perdagangan Kudus Anugrah Kurniati menyampaikan hal yang sama. Yakni sudah ditutupnya pendaftaran bagi pedagang, baik pedagang makanan, minuman, produk, fashion dan sebagainya.
“Peminat pedagang ingin berjualan di CFD itu banyak. Kami sampai kuwalahan, karena lahan lapak yang disediakan masih terbatas,” tuturnya.

Menurutnya, sesuai data yang tercatat kurang lebih ada sebanyak 500 PKL yang kini berjualan di CFD. Bahkan, masih ada pedagang yang rela mengantre untuk bisa berjualan lokasi tersebut.
“Sampai sekarang masih banyak yang bertanya, bahkan mengantre untuk bisa berjualan di CFD. Jadi ketika ada kekosongan lapak baru mereka kami tawari untuk berjualan di situ,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang kerudung di CFD, Novia Dini warga Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, mengaku sangat senang bisa berjualan di CFD. Pasalnya, dirinya bisa menjual dua kali lipat dibanding di tokonya.
“Sejak pukul 04.30-08.00 saya mampu menjual hingga 50 pcs. Jumlah ini lebih dua kali lipat dari penjualan di toko yang hanya 20 pcs perharinya,” ujarnya.
Diketahui, CFD di Kudus sendiri telah berlangsung sejak 29 Mei lalu. Setelah ditiadakan selama dua tahun lantaran adanya pandemi Covid-19. (sam/fat)










