JEPARA, Joglo Jateng – Salah satu pengepul ikan di Pasar Karangaji, Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mengaku pasrah di tengah himpitan harga jual hasil laut. Saat ini, penjualan udang, cumi hingga rajungan di pasaran mengalami terjun bebas.
“Udang gede yang semula Rp. 100.000 hingga Rp. 125.000 menjadi Rp. 80.000. Seedangkan Cumi hanya dibanderol Rp. 30.000 per kilo. Padahal sebelumnya Rp 40.000 – Rp. 45.000. Kemudian rajungan dari yang sebelumnya Rp. 130.000 per kilo cuma dihargai Rp. 30.000,” papar salah satu pengepul, Nas (53), Senin (3/10).
Ia menuturkan, menurunnya harga jual hasil laut disebabkan oleh bangkrutnya pabrik Ikan di Jepara dan Semarang. Sehingga perputaran hasil laut tidak dapat meluas di Pulau Jawa.
“Dulu terdapat truk tronton pabrik ke sini, memborong hasil laut dengan harga tinggi. Namun kabarnya, pabrik tersebut pailit dan tidak dapat memborong di Pasar Karangaji kembali. Tentu dampak paling dekat, dirasakan oleh nelayan,” ujarnya.
Sementara itu, ia mengatakan, hasil laut dari nelayan tetap di lima hingga tujuh ember per harinya, terutama cumi. Mau tidak mau, hasil tangkapan tersebut dijual ke masyarakat dengan harga murah.
Padahal, ia melanjutkan, ongkos untuk sekali melaut saja sudah butuh modal banyak.
Nas mengatakan, di Semarang terdapat satu pabrik ikan. Namun regulasi administrasinya rumit. Sehingga ia enggan untuk mengurusnya.
Ia pun memohon kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara agar membuat pelatihan ekspor ke masyarakat Kecamata Kedung. Supaya nelayan dan pengusaha ikan hidup sejahtera.
“Perizinan di pabrik Semarang sulit. Mungkin lebih baik, Pemkab mensejahterakan masyarakat dengan mendidik serta pembuka peluang untuk ekspor ke luar negeri,” pungkasnya. (cr2/mg2)










